Dilarang Jatuh Cinta! 2

Dilarang Jatuh Cinta! 2

  • WpView
    Leituras 5,036
  • WpVote
    Votos 143
  • WpPart
    Capítulos 34
WpMetadataReadConcluída ter, jun 18, 2019
WARNING!! BERISI KONTEN SENSITIF, DIHARAPKAN TIDAK TERBAWA OLEH EMOSI YANG BERLEBIHAN KETIKA MEMBACA BAGIAN YANG MENYEBABKAN GEJOLAK EMOSIONAL. . . "Hanya ada dua pilihan ketika menjalani cinta beda keyakinan, ganti Tuhan atau ganti pacar. Sesungguhnya Tuhanku dan Tuhanmu adalah satu, namun tetaplah berbeda dalam pandangan dunia yang luas." Sejujurnya, aku masih menyayangi kamu, Sam. Kita harus berjarak hanya karena perbedaan agama. Saat aku ke masjid, tujuanmu adalah gereja. Aku menggenggam tasbih, kamu menggenggam rosario. Aku membuka Alquran, kamu membuka Alkitab. Aku melantunkan shalawat, kamu menyanyikan pujian. Kita saling mencintai dan menyayangi, namun kita memanggil nama Tuhan dengan sebutan yang berbeda. Aku mencintai dan menyayangimu, Sam. Tetapi, apalah dayaku? Coba tanyakan pada Tuhanmu, bolehkan aku yang bukan umatNya mencintaimu? Apakah Tuhanmu akan marah bila aku mencintai dan menyayangimu? Lanjutan dari novel yang sebelumnya, dengan judul yang sama pula. Tidak melayani perdebatan soal agama..
Todos os Direitos Reservados
#495
tiara
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • After You (Selesai) ✔
  • Aku atau Tuhanmu
  • Ar Rahman untuk Syakilla [Thewattys2019]
  • Air Mata Cinta
  • Patah (Telah Terbit)
  • satu Hati Beda Agama
  • Hijrah Cinta Menuju Cahaya(END)
  • Langkah Juang [SUDAH TERBIT]

Sequel dari Air Mata Surga - Spiritual Writing Project. Diharapkan membaca cerita sebelumnya. 🌱🌱🌱 Katanya Allah tidak akan memberikan cobaan yang hambanya tidak mampu memikulnya. Tapi kenapa itu semua berbeda dengan kondisiku? Aku pikir kehidupanku akan baik-baik saja setelah aku semakin dekat kepada-Nya. Namun pada akhirnya cobaan semakin banyak menghanpiri kehidupanku. Apa selama ini aku kurang bersyukur? Aku rasa tidak. Lalu bagaimana cara aku harus bicara pada-Nya? Katanya Dia maha mendengar. Tapi kenapa Dia tidak mendengarku? Apa pikiranku salah? Aku tidak mengerti. 🌱🌱🌱 2 Mai 2019 / 27 Syaban 1440 H

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo