World Upside Down

World Upside Down

  • WpView
    Reads 261
  • WpVote
    Votes 40
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadComplete Thu, Aug 10, 2017
WARNING!!! Cerita ini mengandung agak banyak bahasa kasar. Jadi, orang alim gausah baca aja :v tapi kalo penasaran yodah baca aja :v ok tq. "Gue Indri Aruna. Seorang cewek single yang tiba tiba ngajak nikah ke cowok yang baru aja gue temui. Kenapa? Karena, gue udah gak sanggup lagi ngedenger ocehan nyokap bokap gue yang hampir tiap hari nyuruh gue nikah! So, gak ada pilihan lain kan? Gue jadi kok nikah sama dia. Walaupun pernikahan kami tidak didasari dengan 'Cinta'." "Aku Rafa Nathaniel. Seorang cowok single yang selalu di pepet buat nikah oleh kedua orangtua ku. Dan di suatu hari aku pergi ke sebuah cafe, tak sengaja aku melihat seorang wanita yang sedang berkutat dengan laptop nya. Aku mendekati nya. Dan dia menatapku bingung. "Kamu manis ya?" dengan refleks aku mengatakannya. Diluar dugaan, dia tiba tiba menanyakan umurku dan langsung mengajakku untuk 'Menikah'. Gimana guys? Penasaran sama kisah nya? Yuk! Baca cerita ini. Dan jangan lupa Kasih pendapat kalian tentang cerita ini yaa~
All Rights Reserved
#1
duniaterbalik
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SKANDAL ADIK IPAR (SELESAI)
  • Falling for You - TERBIT
  • Will You be Mother for my Daughter? - 1
  • Unplanned marriage
  • Way To You (END)
  • Langkah Dalam Kebetulan
  • Prema Sutram [Completed✔️]
  • AMOUR (Mr. Pradipta)
  • Rannia√

"Rafael" kata itu meluncur dengan sendirinya. "Kamu tidak apa-apa? Apa ada yang terluka?" Tanya Rafa. Ia memperhatikan tubuh Arin, ia memastikan tidak ada terluka sedikitpun ditubuhnya. Rafa mengenal wanita berparas cantik itu. Pertama kali ia lihat bahwa itu adalah Arin, calon adik ipar. Dulu Rafa, mengenal Arin saat Arin masih kecil, kira-kira ia masih duduk di sekolah dasar, dan sekarang tumbuh sebagai wanita dewasa. Oh Tuhan, kenapa Arin tumbuh begitu cantik, kulitnya pucat seperti porselen, tidak pernah disentuh. Matanya begitu bening dan hidungnya mancung. "Saya tidak apa-apa, kesayangan, kenapa bisa hancur begini" Arin melangkah mendekati ponsel miliknya, ia memunguti satu persatu kepingan-kepingan ponsel miliknya. Kesayangan? Ternyata Arin menyebut ponsel itu dengan kata kesayangan. Rafa ingin tertawa, Rafa lalu mendekati Arin, dan ikut berjongkok memunguti kepingan-kepingan ponsel Arin yang hancur berderai. Diliriknya lagi Arin dihadapannya. "Maaf, saya akan mengganti ponsel baru untuk kamu" ucap Rafa mencoba memberi solusi. Sesungguhnya kejadian tadi bukan salah ia sepenuhnya. Arin lah yang tidak melihat arah tujuannya, Arin lebih asyik dengan layar ponsel itu. Sehingga menyebabkan adegan tebarkan itu. "Tapi, disini banyak foto-foto saya". "Yasudah nanti kita ke konter, saa yakin pihak konter tahu cara memindahkan foto-foto kamu itu" Rafa lalu berdiri, dan kembali menatap Arin. "Kamu kenapa bisa ada disini, Arin?" Tanya Rafa. "Liburan" ucap Arin ia malah menyengir. "Sendiri?". "Iya dong, sama siapa lagi". "Liburan sendiri itu tidak baik, kalau terjadi apa-apa bagaimana? Ini Bangkok loh" ucap Rafa, lalu duduk dikursi tunggu, diikuti juga oleh Arin. "Tapi, saya sudah biasa kok. Kamu kenapa ada disini?". "Saya ada urusan kerja" ucap Rafa. "Jadi gimana, handphone saya?".

More details
WpActionLinkContent Guidelines