The Knitted Doll

The Knitted Doll

  • WpView
    Reads 1,478
  • WpVote
    Votes 182
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, May 10, 2018
Seorang bocah kecil hidup sendiri. Kamu pernahkah tahu bocah kecil yang selalu kesepian, trauma psikologis yang selalu menghantui. Dunianya terpojok sepinya hantaman logika yang terkuras pemikiran. 'Kamu pernah tatap wajah kecil itu,' 'Barangkali.' Kisah ini seorang bocah terjebak ke dalam dunia yang tak akan terbayang meski sekejap. Jebakan pelahap logika, semua yang meyakini-pun terpenjara kabut hitam yang selalu menaungi. Tatap sendiri meratapi kehausan batin. Sesekali menoleh mantapkan cerita diri. Selimut hangat yang selalu dinanti. Tetaplah naungan hitam terlalu pekat, sehingga ingin benar-benar bulatkan tekat beranjak. Hanya sebuah kata yang bisa terucap: sedih. Duduk merenung sendiri merasa sepi terlalu pedih.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • FRAGMENT (From ALTERITY)
  • NOESIS [END]
  • ECCEDENTESIAST (COMPLETED)
  • Dalam Kepalanya yang Tak Pernah Hening
  • 𝐀𝐋𝐈𝐕𝐄
  • We Used To Be A Family
  • Ꮮเᥣᥡ [ Vkook ] • Complete ✓
  • Baneblood Brotherhood (hiat)
  • New Life As Undead {REVISI}

"Dalam dunia yang tampak nyata, ia hanya bayangan yang menunggu dipecahkan." Di balik tirai dunia yang tampak biasa, tersembunyi kehidupan seorang remaja yang tak pernah benar-benar menjadi miliknya sendiri. Ia tumbuh dalam pusaran rahasia, dibentuk oleh intrik dan kepalsuan yang menjalar dari akar keluarganya. Langkah-langkahnya diawasi. Suaranya dibungkam oleh kewajiban. Jiwanya? Terbelah... antara hitam dan putih yang tak pernah ia pilih. Ia hidup-bukan karena ingin, tapi karena satu kata: peduli. 🕯️ "Kadang, bertahan hidup adalah bentuk lain dari menyerah yang disamarkan." Namun segalanya mulai retak saat ia bertemu seseorang. Bukan pahlawan. Bukan penyelamat. Hanya satu jiwa lain... yang perlahan mengajaknya bernapas sebagai dirinya sendiri. Dinding-dinding yang selama ini membelenggu, mulai pecah. Tawa. Tangis. Cinta. Hadir seperti pecahan kaca-indah, menyakitkan, menyilaukan. Tapi dunia tak pernah sesederhana itu. Apa arti kehidupan, bila dibangun di atas kebohongan? Apa makna cinta, jika tumbuh dari tanah yang tak jujur? Saat rahasia mulai menampakkan wajahnya, dan kepercayaan berguguran satu per satu, ia harus memilih: 🔻 Melanjutkan fragmen kehidupan yang mulai ia cintai... 🔺 atau menelusuri puing-puing masa lalu yang bisa menghancurkan semuanya. "Sebab kadang, untuk menemukan cahaya, kita harus berani menghadap bayangan kita sendiri."

More details
WpActionLinkContent Guidelines