Pecandu Marmut

Pecandu Marmut

  • WpView
    Reads 104
  • WpVote
    Votes 15
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Apr 11, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Mungkin sudah biasa jika sebuah cerita menyuguhi pembacanya dengan cerita cerita romansa remaja biasa. Namun bagaimana jadinya bila sebuah cerita dibeberkan dari sudut pandang pemeran Antagonisnya sendiri? Yang bahkan posisi berada dimana kebahagiaannya yang paling ditunda dan terbelakang. Apa benar menjadi pemeran Antagonis itu selalu tersiksa? Apa benar pemeran Antagonis selalu menjadi yang jahat? Mutia akan menyingkap semua peryataan yang sering dikatakan orang-orang. Bercerita tentang seorang cewek SMA biasa dengan emosi yang terbilang masih labil. Dirinya tidak pernah berpacaran barang sekalipun dengan seorangpun. Bahkan untuk melirik cowok saja dirinya enggan-terutama selain cowok yang mengganggu kehidupannya, yang dipastikan besoknya akan datang kesekolah dengan riasan biru alami di wajahnya, atau bahkan tidak akan datang ke sekolah. Hidupnya yang bisa dibilang sangat membosankan itulah yang membuat dirinya menerima tantangan dari cowok baru di sekolah maupun kehidupannya. "Jangan senyum," "Loh kenapa?" "Kalo lo senyum, pipi lo bertumpuk. Kayak Marmut,"
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • troublemaker VS ketos! ✔
  • Tanpa Kepastian
  • Jejak Dosa
  • Avisha or Avalle : An Extra
  •  Istri Untuk Anak Manja (End)
  • I Became The Antagonist
  • I Became the girlfriend of an Antagonist [END]
  • Obsession (End)

"Sya" panggil Alita namun tak mendapat jawaban. "Syaaaa" panggilnya sekali lagi. "Hmmm" Rasya hanya mengguman. "Ish! jawabnya yang bener dong!" ucap Alita kesal, membuat Arsya tertawa dalam hati. Arsya hanya menghela nafas berat, "Kenapa al?" tanyanya. "Lo pernah suka pake banget sama cewe ga?" tanya Alita sambil memasang wajah yang serius. "Ga" jawabnya, lalu baru saja Alita ingin membalas Arsya sudah mendahuluinya "kecuali ke lo" sambil tersenyum ke arah Alita. Alita yang mendengar penuturan tersebut langsung memalingkan wajahnya yang sebentar lagi akan berubah warna menjadi tomat. " Gitu aja salting " balas Arsya. "Ish! nyebelin lo" balas Alita tak kalas sadis. "Bercanda sayang" bujuk Arsya sambil merangkul bahu Alita Kadang seperti itulah percakapan mereka, kadang Arsya yang bersikap acuh kadang pula bersikap romatis Kalian penasaran bukan dengan awal perkenalan mereka? Alita si troublemaker yang suka bikin onar tidak patuh akan peraturan sekolah dipertemukan oleh Arsya si ketua osis yang tegas akan peraturan sekolah. Lantas bagaimana cara mereka bisa saling mencintai kalau disetiap harinya selalu terjadi cekcok diantara mereka apalagi banyak perbedaan diantara mereka.

More details
WpActionLinkContent Guidelines