Calvin dan Calista

Calvin dan Calista

  • WpView
    Reads 50,424
  • WpVote
    Votes 3,320
  • WpPart
    Parts 26
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jul 9, 2018
WpInfo
Fiction
Romance
"Cinta itu kayak soal fisika, rumit buat dipecahin." Ini tentang kisah rumitnya percintaan. Tak ada yang tahu kapan hati bisa berubah. Yang jelas, semua adalah takdir Tuhan yang telah direncanakan. Entah endingnya baik ataukah buruk, yang jelas Tuhan pasti sudah menyisipkan sesuatu yang indah dibalik semuanya. Dan satu hal, cinta sejati tidak akan berakhir karena cinta sejati tidak memiliki akhir. "Perasaan seseorang itu gampang berubah. Bahkan gue juga gak tau kenapa sekarang gue bisa jatuh cinta sama lo!" -Calista. "Gue bingung. Kenapa gue bisa jatuh cinta sama lo padahal gue masih memiliki yang lain?" -Calvin. "Lo tau apa hal yang bikin gue bahagia? Yaitu kebahagiaan lo sendiri. Gue bahagia liat lo bahagia, tapi sekarang kebahagiaan lo bukan lagi gue. Jadi gue bisa apa selain melepas lo dengan yang lain?" -Claudio. "Benar kata orang. Perasaan itu tumbuh karena kebiasaan. Dari kebiasaan berubah jadi kebutuhan. Dan sekarang gue paham, lo lebih membutuhkan dia daripada gue" -Claura. ••• Haiii. Jangan lupa baca dan vomment ceritaku yang ini yaa. Hope you like it! Cover by Claracoklatxs
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • That One Person, YOU
  • To Be Honest [EUNBO]
  • Fanny (SELESAI)
  • Aku Mati Rasa Perihal Cinta
  • The Reason is You
  • I Love You
  • The Kidnapper
  •  Q&A: Love Cinta Love Cinta (Completed)
  • Cinta Dan Kasih Sayang (Writing Temporarily Suspended)
  • Boy(friend) [Completed]

" Apakah ini yang namanya cinta? apakah semakin lo mencintai dia semakin sakit yang lo rasakan? Lo orang yang gak bisa lihat gue walaupun gue melihat lo. Lo gak bisa dengar gue walaupun gue manggil nama lo. Apakah lo pernah ingat gue, walaupun hanya sekali? Hal yang bisa gue lakuin hanyalah menangis.. tapi bodohnya gue tetap nunggu. Hal yang terakhir gue mau adalah lo. Apakah mungkin suatu saat lo akan menyesal dan berbalik ke gue? "

More details
WpActionLinkContent Guidelines