Sebuah Sajak

Sebuah Sajak

  • WpView
    Reads 17
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jan 26, 2017
"Tentang ruang" . . Perjalanan ini sungguhlah panjang. Ada suatu ruang yang kukenal nyaman. Hal itu takkan bisa tergantikan. Namun, dalam perjalanan waktu ada saja yang hadir dan berlalu. Memberi sedikit senyum dan waktu. Ada juga yang menawarkan bahu. . Tapi, semua itu hanya untuk sesaat. Semuanya tak seindah yang terlihat. Adakah kamu yang selalu Setia disaat yang tepat. Bukan sekedar mimpi sesaat. Atau drama korea yang mantap. Ini sebuah realitas yang didalamnya terdapat pilu yang tertimbun. Menceritakan pedih yang kian lama terobati. . Walau kini ruang itu datang lagi. Memberi sedikit tempat untuk bernafas. Menghela sejuknya dedaunan nan segar. Melihat eloknya Melati bermekaran. Tapi itu hanya episode sesaat. Setiap kali ku berbalik ke arahmu, kau seakan pergi dan akan menghilang. Adakah dirimu lagi yang dapat kutemui disana? Aku tak kan bisa menjamin itu. Bahkan dulu engkau pernah hadir dengan warna berbeda. Kau tak biarkan aku pergi dan menjauh. Dengan memberiku sejuta kenyamanan disaat ku hendak berlari? Apa yang terfikir oleh mu? Apa yang ada dibenakmu? Aku bukan merpati yang nyaman disangkar emas. Aku hanya ingin terbang bebas dan tau tempat untuk ku kembali. . Adakah kamu ruang lain tempat ku tuk bermalam. Memberikan ku sedikit waktu untuk mengumpulkan tenaga dan siap tuk terbang. Aku lari saat itu bukan untuk menjauh dari mu, ruang. Namun, hanya untuk menemukan jalan pulang. Karena mimpiku yang kian panjang. Tolonglah bersabar aku kan pulang. Dengan sejuta prestasi ditangan. Akan ku kembalikan warnamu apik dan cemerlang. . Namun, kini ruang baru ku terasa tidak nyaman. Entah kekokohan atau keangkuhan. Kini ruang itu tidak nyaman. Tidak kah mau kau kembali kesosokmu yang dulu ku kenal. Tapi, tak usah kau bebankan. Bila kau mau penghuni baru untukmu datang. Aku siap pergi dan melayang. Namun, ijinkan ku terbang tanpa penyesalan. Teruntuk sebuah ruang.... #sajak
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Berlian Kagastra
  • Don't call it love!
  • Antara Jarak Dan Waktu
  • Uncontrollable Love
  • KEPINCUT BRONDONG
  • Perihal Sandwich(End)
  • JnB [JonBa] | 2 Kota ini?
  • Ruang yang tak Bernama
  • Remember Me As A Time of Day✅

Apa jadi nya kalau kalian yang malem-malem gabut terus keluar rumah tanpa izin, pulang-pulang malah bawa bayi?. Itu yang di alami oleh si kembar empat. Habis di omelin, diam-diam keluar rumah tengah malam karena gabut, eh malah denger suara bayi nangis. Mau kabur tapi penasaran itu bayi beneran atau bayi jadi-jadian. Kalau di samperin takut, kalau memedi gimana?. Dan betapa puyeng nya papa Samudra yang punya anak kelakuan ajaib semua. Tenang engga, stress iyyap. "Pulang dah yok! Gue takut!", "Sabar elah! Kalau bayi beneran gimana? Tega Lo biarin bayi malem-malem di luar gini?", "Kalau bayi jadi-jadian gimana?!", "Ya tinggal gue buat penawaran, Lo gue jadiin seserahan ke setan nya", "HARJA MONYET!!! GUE MAKAN SINI LO ANJAY!", "Tenang kak, ada Zayn yang bakal ngelindungi kita", "Kok gue?", "Ya kan badan Lo gede, kalau setan nya macem-macem bisa Lo tampol... Nggak mungkin kalau gue yang nge backup, yang ada kalah duluan sebelum perang", . . . . "KALIAN MASIH KECIL KENAPA UDAH PUNYA ANAK?! NGAKU SAMA PAPA! ANAK SIAPA?!", "Anak orang lah pa-", "Papa nggak ada bilang anak memedi ya pinter!", . . . . "Dulu Lo lucu lho, kok sekarang kayak monyet lepas kandang ya kelakuan Lo... mau gue balikin ke habitat Lo, takut nya Lo nyaman di sana", "Jahat bener, masa Juan mau di kembaliin ke hutan...", "Tenang Ju, selama ada Caleo, bang Harja nggak akan bisa bawa Juan ke hutan", . . . . Yuk kepoin yukkk, kisah keluarga lagi nich. Nggak absurd bin ajaib bukan Kagastra family nama nya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines