FADELA
  • WpView
    LECTURAS 182,107
  • WpVote
    Votos 12,062
  • WpPart
    Partes 33
WpMetadataReadConcluida vie, abr 14, 2017
Apa jadinya kalau dua orang yang namanya mirip-miripan selalu dikait-kaitkan? Ini tentang Cameo Fadel dan Camellia Fadeela, cowok dan cewek yang saling tak suka, namun selalu dijodoh-jodohkan oleh setiap orang di sekolah. p.s • Fadela ditulis pada 2016 • Cerita sudah tamat, chapter lengkap [This story and all chapters written by myself. Apabila ada plagiat atau penjiplakan, Apabila ada plagiat atau penjiplakan, please tell me lewat personal message :)]
Todos los derechos reservados
#794
beauty
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Caramel
  • AMIRALTHAF [Completed]
  • DEVIAN [END]
  • GERALDI [SUDAH TERBIT]
  • GERHANA [SUDAH TERBIT]
  • Strong Girl Michella (END)
  • Possessive vs Bad Girl [COMPLETED] ✔
  • tentang dia
  • BADAI CAMILLA [COMPLETED]
Caramel

[ T A M A T ] "Punya mulut dijaga!" desis Caramel. "Ngapain gue jaga mulut gue buat orang yang kasar dan nggak tau sopan santun kaya lo!" balas Malvin ketus. Caramel mengangkat sebelah alisnya lalu berjalan mendekat kearah Malvin hingga jarak diantara mereka hanya tersisa setengah jengkal saja. Caramel berjinjit menyamai tinggi Malvin lalu ia langsung menggigit bibir bawah cowok itu dengan kencang. "Kan gue udah bilang, punya mulut dijaga." Caramel menyunggingkan senyum lalu melangkah pergi dari sana. Berawal dari pertemuan yang tak mengenakan dengan cowok berperawakan tinggi itulah yang malah membuat Caramel tak bisa jauh-jauh darinya. Selalu ada saja kejadian-kejadian yang melibatkan keduanya yang membuat mereka jadi tambah dekat satu sama lain, seperti seakan-akan mereka tercipta memang untuk dipersatukan. Cowok dengan nama belakang Adhitama itu telah berhasil menjadi kelemahan Caramel si gadis egois. Bertengkar karena hal spele sudah menjadi hal yang biasa bagi keduanya, sebab mereka bersatu pun karena sebuah rasa benci. Rasa benci yang kemudian berkamuflase menjadi rasa ingin memiliki. Tapi akankah mereka bisa terus bertahan dengan sifat egoisnya masing-masing?

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido