Story cover for Penantian by suciftrni_
Penantian
  • WpView
    Reads 692
  • WpVote
    Votes 152
  • WpPart
    Parts 9
  • WpView
    Reads 692
  • WpVote
    Votes 152
  • WpPart
    Parts 9
Ongoing, First published Jan 26, 2017
Setelah beberapa kali Silva berusaha tersenyum dihadapan Arvi, tetap saja lelaki itu masih belum bisa menerima senyuman nya. Hingga akhirnya Arvi berdiri dari duduk nya dan mengeluarkan foto perempuan sedang tersenyum. Senyuman yang sangat bahagia, senyum yang tersirat tanpa adanya beban yang menahannya. Ya senyuman itu. Senyuman yang diinginkan Arvi untuk dilihatnya kembali. Mengulang semua kenangannya kembali, membuka kembali hati yang dulu sepi. "Ah ayolah. Aku hanya ingin melihat senyuman yang dulu tersirat di bibirmu, bukan senyuman terpaksa yang kau coba seperti tadi" Raut wajah Arvi berubah serius "Dan ingat. Hari ini, esok ataupun lusa aku berharap senyum itu terus mengembang di kedua pipimu. Sebab aku sangat teduh hanya dengan memandang mu" Celoteh Arvi dengan tersirat senyum kecil di bibirnya. Dan pergi meninggalkan Silva.
All Rights Reserved
Sign up to add Penantian to your library and receive updates
or
#42milea
Content Guidelines
You may also like
DESTINY OF MY LIFE (END)  by putriHumairamaharani
42 parts Complete
🐣DIHARAPKAN MEM-FOLLOW SEBELUM MEMBACA🐣 🐣DOML (DESTINY OF MY LIFE)🐣 🐣39 BAB + 2 EXTRA CHAPTER🐣 🐣WAJIB VOTE + KOMEN🐣 🐣AKAN REVISI SESUAI MOOD🐣 Mencintainya memang di luar kendaliku. Tapi bukan berarti aku rela di hamili oleh pria yang statusnya adalah kekasih sepupuku sendiri yang sangat dekat dan bahkan orang-orang lebih mengenal kami kembar. Tentu saja, aku tidak ingin menyakitinya. Namun siapa yang harus di salahkan? terlebih lagi ini semuanya sudah terjadi. "Gue bakal tanggung jawab," ucap Cakra sambil memegang tangan wanita di depannya yang masih memandanginya dengan wajah datar. Namun air mata yang keluar dari kedua matanya cukup menjelaskan bagaimana kondisi hatinya sekarang. "Gak perlu. Gue gak minta," jawab Viena yang melepaskan tangannya dari genggaman Cakra. "Gue yang mau," jawab Cakra dengan wajah seriusnya dan mencoba meyakinkan Wanita keras kepala di depannya itu. "Gue yang enggak!" balas Viena dengan sedikit mengeraskan nada suaranya. "Navia pasti bakal ngerti kondisi ini," ucap Cakra. "Gue bilang gak, ya enggak!" kekeuh Viena yang kemudian memasuki kamarnya dan menutup keras pintu kamarnya tersebut, sehingga meninggalkan Cakra sendirian. Laki-laki itu kini berada di keadaan yang membingungkan. Ia kini harus memutuskan bertanggung jawab dan itu tentu akan menyakiti kekasihnya, namun melepas tanggung jawab juga akan membuatnya terlihat seperti penjahat kelamin yang menelantarkan sepupu kekasihnya beserta juga anaknya. Jadi apa yang harus Cakra pilih? melepaskan atau mempertahankan. *** . . . INSTAGRAM @afama.fafa99 WATTPAD @putriHumairamaharani
CINDY : Sebelum Aku Pergi by rasainiindah
11 parts Ongoing
"Apa yang sanggup memisahkan dua hati yang saling mencinta? Katakan padaku, Cindy." Suara Rayven terdengar serak, seolah setiap katanya membawa luka yang tak bisa disembuhkan. Tatapan matanya merintih, memohon jawaban dari gadis yang berdiri di hadapannya-jawaban yang mungkin bisa menyelamatkan hatinya dari kehancuran. Cindy menatap tanah sejenak, bibirnya bergetar. Ia mengangkat wajahnya perlahan, menatap mata Rayven dengan pandangan yang dipenuhi air mata dan rasa sesal. Dengan suara yang lirih, sehalus angin yang menyesap di antara rinai hujan, ia menjawab: "Waktu, Rayven... dan tempat yang tak lagi sama." Air matanya jatuh, tanpa bisa dicegah, menyatu dengan tetes hujan yang membasahi dunia di sekitar mereka. Hujan turun seolah ikut menangis, mengiringi jiwa yang saling mencinta namun tak bisa bersama. Rayven menggeleng pelan, hatinya mencabik dari dalam. Ia meraih tangan Cindy, memohon dengan sisa harapan yang ia miliki, Namun Cindy menarik tangannya, perlahan tapi pasti, lalu melangkah mundur. "Kalau waktu memisahkan kita... maka aku akan menunggu selamanya!" Rayven berseru, suaranya nyaris patah. "Cindy, tolong... beri aku alasan! Kenapa kamu harus pergi? Kenapa bukan kita yang melawan dunia ini bersama?" Cindy tersenyum dalam tangisnya. "Karena tidak semua cinta ditakdirkan untuk dimenangkan, Rayven..." Kemudian ia berbalik, melangkah pergi, meninggalkan Rayven di tengah hujan yang kini terasa jauh lebih dingin dari sebelumnya.
You may also like
Slide 1 of 10
RELUCTANTLY YOURS  cover
Kai-La cover
Softer than Summer Night  cover
ARGA [REVISI] cover
Anak Kembar sang Presdir [END] cover
Zaici Huilai cover
Pregnant with Rebel Prince cover
Love Cologne cover
DESTINY OF MY LIFE (END)  cover
CINDY : Sebelum Aku Pergi cover

RELUCTANTLY YOURS

31 parts Ongoing

[BARNABY SERIES III] Menikahinya bukan rencana. Mencintainya bukan pilihan. Tapi meninggalkannya... mustahil. Kiara tidak pernah bermimpi mengenakan gaun pengantin di hari yang seharusnya milik kakaknya. Tapi ketika keluarganya di ambang skandal, ia terpaksa melangkah ke altar demi menyelamatkan kehormatan-menikahi pria yang bahkan tak pernah menganggapnya ada. Rizkiel dingin dan penuh teka-teki. Pernikahan ini hanyalah kesepakatan; sebuah sandiwara demi citra dan nama baik. Tapi di balik tatapannya yang beku, Kiara menemukan percikan yang membingungkan-dan perlahan, mengguncang pertahanannya sendiri. Namun, di balik segala kesempurnaan yang dipertontonkan, tersembunyi rahasia kelam dan tujuan tersembunyi. Semakin Kiara terikat, semakin ia bertanya: Apakah ia hanya pelarian dari seseorang yang pergi... atau justru satu-satunya yang tak pernah benar-benar bisa ditinggalkan?