Keputusan Faradiba Nadira untuk bergabung dengan ekstrakurikuler jurnalis SMA Angkasa, justru mengantarkannya pada cerita yang rumit. Berawal dari situ, Ferdinan, sang ketua ekskul justru menawan hatinya. Namun, tak disangka, Fara justru patah hati terlalu cepat. Ferdinan diam-diam menjalin hubungan dengan orang lain.
"Kenapa gue harus patah hati secepat ini,"
Tugas jurnalis untuk meliput band di SMA-nya justru membuat Fara semakin dekat dengan Kenzo Pratama, vokalis Andromeda Band. Tak diduga, Kenzo justru memendam perasaan lebih terhadap Fara.
Waktu berjalan, dan perasaan aneh justru muncul ketika dia bersama Kenzo, jantungnya berdegup lebih cepat. Di saat yang bersamaan pula, mantan kekasihnya muncul, menawarkan cinta baru. Fara dilema.
Waktu tak berpihak pada Fara,
Waktu tak berkonsprirasi pada semesta untuk mendukungnya,
Dan Fara yakin, waktu juga yang akan membuat semuanya indah.
Ini tentang perasaan seseorang yang terus dipermainkan waktu. Apakah dia bisa mengalahkannya, atau justru terkurung dalam putaran masa lalu?
Kelas F di mata penghuni sekolah :
1. Kumpulan anak dengan IQ jongkok.
2. Penghuni tetap ranking 20 terbawah di jurusannya.
3. Solidaritas dalam kelas nilainya F alias fana. Nyaris tidak pernah tercipta.
4. Trouble maker alias parasit sekolah.
5. Para pemilik masa depan kurang jelas.
Perihal pernyataan di atas fakta atau bukan, itu tergantung cara kalian memandangnya. Yang jelas, anak-anak itu tidak peduli, atau memilih untuk masa bodoh dengan penilaian manusia-manusia yang merasa dirinya lebih baik dari orang lain.
Mereka tidak peduli dengan nilai ulangan yang tidak mencapai KKM, dengan materi pelajaran yang diberikan guru, dengan PR yg harus dikumpulkan tepat waktu, dengan tata tertib dan aturan yang tidak boleh dilanggar, juga tentang ujian nasional yang katanya menentukan masa depan.
Hingga suatu hari, sang wali kelas terancam dipecat karena dianggap gagal mendidik mereka.
Hanya ada dua pilihan yang bisa dilakukan anak-anak itu.
Menjadi egois atau peduli.
°°°
A/n. Cerita ini ditulis sebagai salah satu bentuk kampanye #IndonesiaMembaca dengan bertemakan Teen Literature.
#TeenlitIndonesia @teenlitindonesia