Internal Love 2

Internal Love 2

  • WpView
    Reads 571,549
  • WpVote
    Votes 51,203
  • WpPart
    Parts 14
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Nov 6, 2020
[Medical Content] Bagaimana jika seorang dokter menikah dengan yang seprofesi? Orang-orang menyebutnya keberuntungan, tapi kenyataannya adalah bencana. Internal Love 2 merupakan sequel dari Internal Love (Wajib baca yang pertama dulu!). Adit and Aditya's life after marriage akan diceritakan pada kisah ini lebih mendalam, lebih dewasa, dan lebih complicated.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • [End] Behind The Heart
  • Our Journey To Love
  • My Husband My Doctor | TAMAT
  • Sisi Berbeda [END]
  • Arranged Marriage (RANIA) [COMPLETED]
  • Menikah Kontrak
  • Doctor & I; Eccedentesiast
  • Nearlend
  • DETAK
  • JODOH PAK LURAH  (SELESAI & PINDAH DREAME/INNOVEL)
  • Episode Kedua (Sudah Terbit)
  • Dia Istriku
  • Simbiosis Mutualisme
  • DIAGNOSA RASA
  • Vaival
  • Istri Si Dokter Muda (END)
  • Istri Manja Kesayangan Mas Bram
  • ANNA & LUKE (END)
  • Mate From Daddy (END) || 21+
  • DAVINA NAIRA ( COMPLETE )

[Romance] Follow dulu, baru dibaca. Avram Gian Pradipto -Dokter dengan tingkat kegagalan operasi 0%- Wanita itu melihatku tajam. Tanpa rasa terkejut, maupun cemas. Sebaliknya, ia balik tersenyum dan menunjukkan raut lega. Lalu pelan, bibirnya mulai berucap, "Tidak, terima kasih. Tapi, aku tidak ingin sembuh. Jadi, dok ... biarkan aku tetap sakit dan meninggal pada akhirnya." Galiya Mira Tabitha -Pasien dengan tingkat keinginan mati 100%- Pria itu melihatku bingung. Penuh rasa khawatir dan takut. Ia bertindak seakan dirinya adalah pasien dan aku sebagai dokternya. Lalu cepat, suaranya mulai kembali terdengar, "Saya tidak mengerti. Kenapa ... kenapa kamu bisa memiliki pikiran seperti itu? Kematian bukan sesuatu yang mudah. Dan saya ... saya tidak akan membiarkan kamu untuk meninggal. Tidak akan pernah." Bagaimana jadinya, jika seorang dokter yang selalu ingin menyelamatkan nyawa seseorang, bertemu dengan pasien yang tidak ingin diselamatkan? Akankah tercipta sebuah pengertian? Atau justru membentuk sebuah akhir menyedihkan?

More details
WpActionLinkContent Guidelines