Distorsi

Distorsi

  • WpView
    Dibaca 350
  • WpVote
    Vote 56
  • WpPart
    Bab 8
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Jum, Jul 7, 2017
WpInfo
Fiksi
Romansa
Syut. Pena di tanganku berhenti bergerak. Aku menoleh kepada suara kecil yang datang dari arah depan, sejenak mengabaikan apa yang sedang kugeluti. Dalam gelap, aku melihat sesuatu yang kecil nan berkilauan. Cahayanya berpendar dan meliuk-liuk; mengundang siapa pun ingin memilikinya. Tanpa kusadari senyumku mengembang seraya kedua mataku mengamati cahaya itu lebih jauh. Ia terus bergerak lincah, seakan ingin menggodaku untuk bermain dengannya. Didorong rasa penasaran, tanganku terulur untuk menangkapnya. Syut. Aku tertegun ketika cahaya tersebut lolos dari genggamanku. Gerakannya sekarang berubah menjadi mengitari tubuhku dari atas sampai bawah. Lagi kucoba untuk menangkapnya ... tetapi gagal. Ia malah terbang lebih tinggi dan membuatku harus berdiri. Tanpa mau menyerah, terus kukejar dan kutangkap secercah cahaya itu. Bahkan ketika harus meninggalkan pekerjaan penting yang tadi kutekuni. *^* Random Works ©AllRightsReserved 2017 teasetroll
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#11
distorsi
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • The Unexpected Stranger
  • Ada Penantian Di Balik Senja
  • Paper Hearts
  • Dependency ✓ [Sudah Terbit]
  • DENTING  [Revisi]
  • Coffee Of My Life
  • The Devil Girl? [TERBIT!]
  • Brother Complex ━ Shawn Mendes
  • ALL IN MY HEAD | 7 (NEW VERSION)
  • I'm Aurora (End - Terbit)
  • Shadows of the Main Story
  • C L O S E R . [REVISI]
  • Sepertiga Malam Tentangnya
  • TALES
  • CAN'T GET OVER YOU [COMPLETED]
  • Troublemaker [Published]

[COMPLETED] Kematian bukan lagi perihal yang ditakutkan bagi Alexa. Justru dirinya takut untuk menjalani kehidupan. Sangat melelahkan ketika bercermin dan melihat sosok menyedihkan di pantulannya. Kaki penuh luka milik Alexa perlahan terangkat. Berniat menendang sandaran kursi yang dipijaknya. Berharap kursi itu jatuh sehingga tak ada lagi tempatnya berpijak dan hanya tersisa tenggorokan sebagai satu-satunya tumpuan yang menahan berat tubuhnya. Alexa menatap lantai dengan tatapan kosong. Meskipun air mata mengalir di pipinya yang lebam. Jari-jari Alexa mencengkeram tali yang sudah melingkar di lehernya. Rasanya baru sedetik yang lalu dia merasakan hantaman dari Ibunya dan agaknya luka di telapak tangannya kembali terbuka. Ah, kenapa sekarang terasa perih? Kenapa baru sekarang? Alexa menggerakkan satu kakinya dan menendang kursi tersebut. Tubuhnya tersentak mengikuti gravitasi. Lilitan tali yang melingkar di lehernya membuatnya tercekik. Alexa merasakan sakit yang sungguh hebat. Napasnya tertahan dan matanya memerah. Air mata kembali menetes dari matanya. Kakinya meronta dan tangannya meremas tali itu. Sampai luka yang tadinya terasa perih karena bergesekan dengan tali tersebut kini tidak lagi terasa di jari-jari dan telapak tangan miliknya. 'Tuhan, apa kau membuatku merasakan sakit untuk terakhir kalinya? Aku hanya ingin menghilangkan rasa sakit. Jangan khawatir, sebentar lagi aku akan bertemu denganmu. Jadi tolong hilangkan rasa sakitku setelah ini. Sungguh, ini sakit sekali.' The Unexpected Stranger ©2021

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan