Nous avons mis à jour nos Directives du Contenu.
Consulte les dernières directives pour continuer à partager des histoires en toute sécurité.
En savoir plus 
Melankolis

Melankolis

  • WpView
    LECTURES 5,623
  • WpVote
    Votes 481
  • WpPart
    Chapitres 39
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication sam., juil. 17, 2021
WpInfo
Poésie
Mots-cléspuisisajak
Hai fellas, banyak puisi dalam proses penyempuranaan nihh karena semua tidak ada yang sempurna right ?, but manusia selalu pengen istimewa dan menentang semesta. Ehh kok jadii melow, emang kayaknya melankolis udah ngunci diriku. Okedeh whatever.. I'm back guys, boleh bangett dibaca ulang lagii. Makasih banyak, semoga hidup kalian antonim dari melankolis. Anggap aja baca ini keinget "sama seperti mimpiku". Remember this -life is very special karena masih ada orang yang sempat menghampirimu-. Buat next slide, it's okay don't let you down moon. Quote of the box from melancholy "Rindu yang tak kunjung pudar Mimpi yang tak kunjung nyata Rasa yang tak kunjung baik" Cover by @fnhoran
Tous Droits Réservés
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Buku Ini Gak Konsisten, Tapi Ya Sudahlah
  • Kau Puisi
  • About My Poem
  • The Upside Down World : Poets Antology (Completed)
  • Puisi 'tuk kau, Yang merindu
  • Sasmita Nivriti
  • KONSEKUENSI HATI
  • Goresan Pena
  • Kumpulan Puisi Inspiratif
  • di akhir perang

Hanya menuang segala kata dalam hiruk-pikuk kehidupan-merekam apa yang lewat, menuliskan apa yang terlintas, tanpa janji akan kedalaman atau kebijaksanaan. Tidak ada urgensi untuk menjelaskan, tidak ada kepentingan untuk dipahami, sebab dunia sudah penuh dengan orang yang mengira dirinya tokoh utama. Kata-kata berdiri sendiri, mengalir mengikuti arus yang tak selalu jelas arahnya, seperti rapat yang seharusnya bisa diselesaikan dengan satu email. Kadang tajam, kadang datar, sering kali hanya sekadar ada, mengisi ruang seperti iklan yang muncul di saat paling tidak dibutuhkan. Kadang melankolis, kadang sinis, kadang seperti bercanda tapi ternyata menyelipkan sesuatu yang dalam. Hidup ini kadang absurd kadang, ah sudahlah-namun makna di dalamnya juga sering lewat tanpa permisi. Saya pun sadar, tidak semua orang punya waktu untuk membaca sesuatu yang mungkin hanya sekadar refleksi seseorang yang terlalu banyak diam di pojok ruangan, mengamati bagaimana orang-orang tertawa, menangis, lalu pura-pura lupa bahwa mereka pernah melakukan keduanya. Tapi tenang saja, saya tidak akan memaksa Anda untuk membaca sampai selesai-membaca separuh lalu berpikir, "Ah, ini mah nggak masuk akal," juga merupakan bagian dari perjalanan menemukan makna, bukan? Maka, jika pada akhirnya tulisan ini lebih mirip tumpukan halaman tugas yang ditunda dikerjakan sampai tenggat waktu atau coretan iseng di pinggir buku catatan kuliah yang berakhir lebih eksistensial dari esai akademik-saya tidak akan terkejut. Seperti manusia yang mencari hiburan, semua tulisan ini juga mungkin sedang mencari pembacanya yang tepat, atau setidaknya, seseorang yang cukup penasaran untuk bertanya, "Ini cerita isinya apa sih?" sebelum akhirnya menguap dan kembali membuka media sosial. Jika Anda menemukan sesuatu yang berharga di dalamnya, anggap saja saya sedang beruntung. Jika tidak, ya, setidaknya saya sudah menyumbang satu tulisan lagi ke alam semesta ini.

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives du Contenu