Park Jimin (19 tahun), mahasiswa Fakultas Bahasa, Sastra dan Seni yang cantik, imut, dan mungil, hidup dengan beban berat akibat perceraian kedua orang tuanya sejak kecil. Pengalaman itu membuatnya selalu berpikir negatif dan merasa tidak layak mendapatkan cinta atau kebahagiaan yang sesungguhnya. Ia sering menyendiri dan menghindari kedekatan dengan orang lain, takut akan sakit hati yang mungkin datang. Semuanya mulai berubah ketika ia masuk kelas yang diajar oleh Min Yoongi (27 tahun), dosen tampan, tinggi, dan dikenal dingin serta irit kata. Meskipun awalnya Jimin merasa tertekan dengan sikap Yoongi yang tidak banyak bicara, ia perlahan menyadari bahwa di balik wajah yang datar dan sikap yang menjauh, terdapat sosok yang penuh perhatian danl lembut. Perhatian Yoongi terhadap Jimin tidak luput dari pandangan teman-teman mereka, baik dosen maupun mahasiswa. Kedekatan mereka yang semakin erat membuat Jimin merasa bingung dengan perasaannya sendiri - apakah itu hanya rasa hormat kepada dosen atau sesuatu yang lebih dalam. Pikiran negatifnya kembali muncul; ia khawatir Yoongi hanya merasa iba padanya, atau bahkan akan menjauhinya karena perbedaan usia dan status mereka sebagai dosen dan mahasiswa. Suatu hari, ketika ketegangan dan keraguan Jimin mencapai titik puncak, ia secara tidak sengaja mengungkapkan kekhawatirannya di depan Yoongi. Menatap Jimin dengan tatapan yang dalam, Yoongi kemudian mengucapkan kalimat yang mengguncang hati Jimin "Bilang kalau kamu ingin aku menjauh".MYG Kalimat itu menjadi titik balik dalam hubungan mereka. Apakah Jimin akan memilih untuk membiarkan rasa takut yang menguasai dirinya dan memintanya menjauh? Atau ia akan berani menghadapi perasaannya dan menerima cinta yang mungkin sedang menantinya dari Yoongi? Di balik setiap tetesan air mata yang pernah Jimin tumpahkan, tersembunyi cerita tentang perjuangan, harapan, dan cinta yang mampu menyembuhkan luka masa lalu.
More details