Story cover for Sleepless Night by JodieStarling1
Sleepless Night
  • WpView
    GELESEN 1
  • WpVote
    Stimmen 1
  • WpPart
    Teile 1
  • WpView
    GELESEN 1
  • WpVote
    Stimmen 1
  • WpPart
    Teile 1
Laufend, Zuerst veröffentlicht Jan. 29, 2017
"Haru?"
"Dimana kau?"
"Kalau kau dengar kumohon jawablah aku."

Aku kembali terdiam.Takut,resah,gelisah bercampur menjadi satu.

"Aku harus mencari Haru!!" tekadku.

Tiba-tiba,muncul bayangan hitam dibelakangku.Aku terdiam membeku.
Menunggu nasibku selanjutnya
Alle Rechte vorbehalten

1 Kapitel

Melden Sie sich an und fügen Sie Sleepless Night zu deiner Bibliothek hinzuzufügen und Updates zu erhalten
oder
Inhaltsrichtlinien
Vielleicht gefällt dir auch
REUNI (Enam) von Narra140800
34 Kapitel Laufend
~ini lanjutan cerita ~Black Code ~ Apa nak kita buat hari ni?" tanya Ali antusias karena sudah lama mereka di liburkan dari misi. "Aku tak tau," jawab Alicia. "Kau dah sehat betul-betul ke ni?" Ali memandang khawatir Alicia. "Mestilah, lama masa rawatan yang aku jalani, tak kan tak sehat lagi, dah baik kita cepat, jenderal dah tunggu." Alicia mempercepat langkah kakinya. Setibanya mereka di akademi, Ali di sambut riang oleh semua teman-temannya terutama ejen wanita yang baru selesai menjalani perawatan sehabis kejadian yang menimpa sebelumnya. "Wah, rindu sangat ngan kau, Ali." heboh Moon seraya meninju bahu Ali. "Haha, aku pun rindu juga dengan korang semua. Haa, Khai...macam mana misi korang semalam?" tanya Ali sambil mendekati sahabatnya itu. "Tak sepenuhnya berjaya," jawab Khai lesu. "Eik, kenapa?" "Tak pe lah, yang terpenting Black Code tu dah tak ganggu dia." ucap Jet seraya merangkul Khai. "Ye dan lagi kita dah berjaya selamat kan Rizka," ucap Chris menimpali. "Betul juga, Rizka kau tak cedera kan?, kita orang di bagi tau ejen Geetha yang kau tu tekena tangkap." ucap Mika sambil mendekati Rizka. "Iya, yang herannya gw gak ingat siapa yang udah nyelamatin gw." jawab Rizka yang terlihat sangat linglung. "Bukan diorang ke?" tanya Roza bingung karena yang mereka semua dengar Jet dan ketiga rekan mereka menyelamatkan Rizka dari ruang bawah tanah tempat ia di sekap. "Bukan, kita orang tejumpa Rizka dah tertidur kat luar ruang bawah tanah tu. Belum sempat masuk." terang Jet. "Belum lagi, Anggrek Merah masih belum tertangkap." ucap Rudy mengejutkan semua orang. "Tapi untuk masalah tu, uncle cakap kita orang tak kan ikut sertai misi penangkapan Anggrek Merah, jadi aku rasa kira orang dah benar-benar terbebas dari semua masalah." ucap Ali untuk menenangkan kegelisahan teman-temannya. ~Mohon maaf kalo update nya lama dan tidak terjadwal karena author sibuk memikirkan alurnya (⁠-⁠_⁠-⁠;⁠)⁠・⁠・⁠・
SAD GHOST 6 ✓ von Maknanawww123
35 Kapitel Abgeschlossene Geschichte
BRAK!! Rara terjuntai sampai bokongnya menabrak mesin cuci, ia terkedjoed sekaligus terheran-heran melihat wujud yang ada di hadapannya. Siapa ketiga manusia, ups salah maksudnya makhluk halus di hadapannya ini? "Selamat malam" ucap mereka bersamaan. "Ma-malam, bapack-bapack cari siapa ya?" "Cari manusia bernama Rara, Riri dan Rere. Benarkah ini rumahnya?" "Betul sekali. Apakah kalian dari anggota give away? Wah, saya mau dapet mobil mewah dong? Atau duid seratus juta" "Kita gak salah men, dia beneran yang kita maksud. Bener kata raja Jin, udah cantik, lucu dan uhhh sexy men" bisik salah satunya di akhir kalimat. "Hus, lo udah jadi setan masih aja mesum. Otak lo gue puterin ke mesin cuci mau?" "Anceman lo ngeri kaya akun lambe!" Rara masih menunggu jawaban mereka, bahkan jika saja ada yang memotret wajahnya pasti ia sangat malu sekali, sebab wajahnya terlihat seperti orang bodoh. "RARA, NAMA LO RARA KAN? TANPA BERBASA BASI LAGI, GUE MAU KENALIN DIRI. GUE GUNDU, LO BISA PANGGIL GUE GUGUN" "GUE ASEP, LO BISA PANGGIL SAYANG KALAU MAU HEHE" Rara bergidik ngeri. "GUE... GUE SIAPA?" "NAMA LO OPAL," ucap Gundu dan Asep bersamaan. "Oh iya hehe, makasih udah ingetin. Kadang gue lupa, karna yang slalu gue inget adalah beban saat kita semua masih idup" Mendengar kalimat akhir dari Opal membuat mata Rara melotot terkejut, otaknya mulai bekerja bergotong royong untuk membangun sebuah koneksi. Jikalau mereka pernah hidup, lalu sekarang apa? "Lo semua udah modar?" tanya Rara. "YOI. KITA ADALAH PARA SAD GHOST DARI GENERASI SIX. TUJUAN KITA DATANG KEMARI YAITU, MEMINTA PERTOLONGAN KEPADA SAUDARI RARA, RIRI, DAN RERE UNTUK MENUNTASKAN MASALAH KAMI!" "What? Masalah gue aja banyak, dan lo semua mau nambah masalah gue?" Tuing...tuing.. Para pocong itu loncat-loncat semacam kutu, untuk mendekati Rara. Sontak Rara mundur ketakutan. "Plis gue mau pingsan aja. Ternyata kalian pocong, gue pikir kalian lontong! Bye..." _______ Writer bye; Nanaw✨
" To Love ,To Lose " von lupyook
23 Kapitel Laufend Erwachseneninhalt
Di balik langkahnya yang tegap dan wajahnya yang tenang, Nandika menyimpan luka yang tak pernah benar-benar sembuh. Beberapa tahun lalu, Raya pergi tanpa alasan. Meninggalkan Nandika dengan pertanyaan yang tak pernah terjawab, dengan hati yang tak pernah utuh kembali. Cinta mereka hancur dalam sekejap, tanpa penjelasan, tanpa kesempatan untuk memahami. Sekarang, mereka bertemu lagi-bukan sebagai dua orang yang masih saling memiliki, tapi sebagai dua orang yang pernah berbagi segalanya. Nandika sudah punya seseorang. Hubungan yang ia jalani dalam diam, seolah mencoba membangun sesuatu di atas kepingan hatinya yang dulu hancur. Tapi yang tidak ia tahu, semuanya hanyalah ilusi yang perlahan akan runtuh. Raya masih mencintai Nandika. Tapi dia juga tahu, kesalahannya terlalu besar, lukanya terlalu dalam. Dan saat Raya mengetahui kenyataan yang tersembunyi di balik hubungan Nandika, dia sadar bahwa dirinya harus melakukan sesuatu, meski itu akan membuat Nandika semakin membencinya. Tapi apa haknya? Dia yang meninggalkan, dia yang menciptakan luka, dan sekarang dia yang ingin menyelamatkan Nandika? Saat Nandika akhirnya tahu alasan kepergian Raya, semuanya menjadi lebih menyakitkan dari yang pernah ia bayangkan. Dendam dan cinta bercampur menjadi satu, membuatnya tak tahu apakah ia ingin Raya tetap tinggal, atau pergi untuk selamanya. 🔥 Di antara perasaan yang belum mati, luka yang belum sembuh, dan kenyataan yang terlalu pahit-apakah cinta mereka akan menemukan jalannya? Ataukah mereka hanya dua orang yang pernah saling mencintai, tapi harus merelakan? 💔 "To Love, To Lose"-karena tidak semua cinta berakhir dengan kebersamaan.
Maaf (Sequel Off T.A.A.O) | SELESAI REVISI von itira17
53 Kapitel Abgeschlossene Geschichte
SELESAI REVISI | CERITA SELESAI | PART LENGKAP --- "Damar! Lepasin aku!" "Fabian itu siapa, hah?! Kenapa kau akrab banget sama dia?!" "Dia cuma teman, Damar! Lepasin aku!" "Cuma teman?! Kau pikir aku bodoh?!" "Da-Damar... Apa yang kau lakukan?!" Namun Damar sudah tenggelam dalam emosinya. Jemarinya merobek paksa kancing kemeja gadis itu, satu per satu kancingnya beterbangan ke lantai. "Jangan! Damar, tolong!" Air mata Chelsie mengalir, tapi tangannya tak mampu menahan dorongan kasar lelaki itu. Semua terjadi begitu cepat. Suara gesekan kain, tubuh yang meronta, air mata yang mengalir tanpa henti. Dan akhirnya... semuanya hancur. Keheningan yang menyesakkan memenuhi ruangan setelah semuanya berakhir. Nafas Damar masih terengah, tubuhnya kaku, jari-jarinya masih mencengkeram sprei yang berantakan. Baru saat itu ia sadar... apa yang baru saja ia lakukan? Di depannya, Chelsie terdiam dengan tatapan kosong. Roknya sudah tersingkap, kemejanya terbuka berantakan, dalamannya entah ke mana. Air mata terus mengalir, membasahi pipinya yang pucat. Damar menatap tangannya sendiri, seolah baru sadar bahwa jemari itulah yang telah merusak segalanya. Ia mencoba mendekat, tapi Chelsie tiba-tiba menjerit dan melempar benda apa pun yang ada di dekatnya-bantal, gelas, bahkan jam meja yang nyaris mengenai kepala Damar. "Pergi! Jangan sentuh aku! Dasar monster!" Suaranya pecah dalam raungan penuh kebencian dan luka.
WARISAN von metamorfosis2015
24 Kapitel Abgeschlossene Geschichte
" bang....lu kenapa...?" tanya daru begitu melihat gue yang menghentikan pergerakan tangan ini dari menarik tali timba, mendapati pertanyaan daru tersebut, gue kembali menggerakan tangan ini untuk menarik tali timba " kenapa sih bang..." tanya daru kembali seraya beranjak bangkit dari kursi pendek tempatnya mencuci pakaian, dan sepertinya suasana hari yang mulai beranjak gelap telah membuat daru tidak ingin untuk berlama lama lagi berada di halaman belakang " enggak tau nih...seperti ada sesuatu yang tersangkut di ember timba ini..." mendengar jawaban gue tersebut, daru menunjukan ekspresi ketidakpercayaannya, dan kini dengan perawakan tubuhnya yang besar, daru mengambil alih tali timba yang berada di dalam genggaman tangan gue lalu menariknya secara perlahan " itu apa bang......?" tanya daru, diantara pandangan matanya yang menatap ke dalam lubang sumur yang gelap ....blupppp... Entah benda apa yang telah terjatuh ke dalam air di dalam sumur hingga menimbulkan suara yang menggema, tapi yang pasti seiring dengan terdengarnya suara gema tersebut, pergerakan tangan daru yang tengah menarik tali timba terlihat semakin ringan, hingga akhirnya ketika ember yang berada di ujung tali timba mencapai bibir sumur, gue dan daru hanya bisa saling berpandangan dalam benak tanya atas apa yang sebenarnya telah terjadi " lu tadi lihat kan bang...sebenarnya yang tadi tersangkut di ember ini, benda apa ya...?" tanya daru sambil memandang ke dalam sumur Sekelumit perbincangan kecil antara gue dan daru adalah sebuah bentuk ketidaksadaran kami dalam menangkap sebuah sinyal alam yang mencoba untuk memberikan kami sebuah jawaban atas misteri yang menyelimuti tempat tinggal kami...yaa...sebuah misteri yang akhirnya memberikan kami sebuah pelajaran bahwa ada sisi lain selain sisi kebahagian yang menyelimuti dari sebuah kata warisan
Vielleicht gefällt dir auch
Slide 1 of 8
Senja merindu fajar cover
REUNI (Enam) cover
Eyes cover
GUNFA cover
SAD GHOST 6 ✓ cover
" To Love ,To Lose " cover
Maaf (Sequel Off T.A.A.O) | SELESAI REVISI cover
WARISAN cover

Senja merindu fajar

10 Kapitel Abgeschlossene Geschichte

Tahukah kau fajar??? kau begitu indah ketika sang surya mulai naik dari peraduanya menuju singgah sananya.. Apalah aku yang hanya batas senja perlu 12 jam untuk menemuimu dan megutarakan rasa kagumku kepadamu.. 12 jam taklah mudah, perluku lalui malam-malam gelap dengan dingin yang menembus... Aku rindu,Aku rindu bertemu denganmu..