We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Pelukkan Hujan

Pelukkan Hujan

  • WpView
    Reads 87
  • WpVote
    Votes 16
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Apr 19, 2017
WpInfo
Fiction
Romance
Setelah aku berusaha untuk percaya akan satu payung, kau kembali bersama hujan disaat payungku mulai rusak. Aku basah disaat kau datang kembali. Aku merasakannya. Pelukkan hujan itu. Ia ada disekitarku dan memelukku. Walau sekedar dinginnya yang datang mewakili kehadirannya disini. Turunnya hujan yang telah kuanggap sebagai bagian dari wujud bayangmu itulah caraku mengingat tentangmu. -Leana Eonnica Ismi Aku memang terlambat untuk tau, ternyata kau penganggum hujan. Kupikir hujan tidak ada artinya apa-apa untukku. Nyatanya, sejak kau beri tulisan ini. Aku selalu menerka-nerka apa hubungannya aku dengan hujan? Namun, sekarang aku jadi paham. Aku adalah dingin. Kau tak mampu bertahan dengan dinginku. Tetapi setidaknya ada pelukkan hujan diantara dingin yang terselip disetiap tetesannya yang bisa kau rasakan. Hingga,kau anggap itu adalah aku. Tak peduli seberapa dinginnya yang kau hadapi. Yang terpenting bagimu dinginnya cukup mewakili kehadiranku. -Yolan Alimeda Varondra
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ilusi
  • Cuaca
  • Rain Drop (Hujanpun Tahu Bahwa Aku Merindukanmu)
  • GRIZLEN {On Going}
  • About Time
  • The story of rain [END]
  • Rama Prananta (Sudah Terbit)
  • Antara dua luka
  • I Hate Rain
Ilusi

Terimakasih untuk sebuah kisah masa lalu yang pahit. Kamu harus tau... Aku sayang sama kamu, banget. Bahkan sebelum sahabat aku mencintai kamu, aku sudah mencintai kamu... Aku pilih kamu, karena aku percaya, kamu bisa jagain aku, nyatanya aku salah. Kamu hanya sebuah ilusi yang aku ciptain, semakin aku menginginkannya berada di kehidupanku, maka, kamu akan semakin menghilang, kamu akan semakin pudar, kamu akan semakin menjauh dan kamu akan semakin tiada... Aku sudah kehilangan sahabatku. Dan karena sebuah cinta semuanya hancur, semuanya telah terbakar menjadi abu yang beterbangan. Sahabat, cinta, harapan, kasih sayang, semua hancur! karena keegoisanku, karena kebodohanku dan karena kamu... Aku benci kamu. Dan, satu hal yang perlu kamu tau... Aku sudah berhenti mencintaimu... Aku mohon dengan sangat, jangan ganggu kehidupanku, lagi. Aku sudah melupakanmu....

More details
WpActionLinkContent Guidelines