Pendekar 100 Hari

Pendekar 100 Hari

  • WpView
    LECTURES 134,317
  • WpVote
    Votes 2,240
  • WpPart
    Chapitres 88
WpMetadataReadTerminé lun., janv. 30, 2017
WpInfo
Histoires vraies
Suatu peristiwa aneh telah terjadi. Kho Ing-ti diam saja, tak menangkis maupun menghindari sehingga lengannya tertusuk dan darahnya menyembur keluar. Tetapi Hun-ing pun terkapar rubuh di bawah kaki Kho Ing-ti. Rupanya nona itu juga terkena sebuah pukulan. Saat itu digunakan oleh Siau Lo-seng untuk meronta dan melepaskan diri dari tangan Kho Ing-ti. Rupanya Kho Ing-ti marah karena lengannya terluka dan Siau Lo-seng dapat lepas. Dengan geram ia mengangkat kaki dan hendak menendang Hun-ing yang tak ingat diri itu. "Perempuan hina, engkau cari mampus!" Siau Lo-seng terkejut. Cepat ia taburkan pedang Ular Emas ke arah Kho Ing-ti. Tetapi tiba-tiba sesosok bayangan melayang lebih cepat dari taburan pedang Ular Emas itu. Terdengar jeritan nyaring mengerikan dan Pedang Ular Emas itupun sudah menyusup ke dada orang itu. Dia roboh terkapar di tanah. "Ui locianpwe, engkau......" tiba-tiba pula Siau Lo-seng menjerit kaget. Ternyata sosok tubuh yang melayang ke tengah gelanggang untuk menghalangi pedang Ular emas itu, bukan lain adalah Dewi Mega Ui Siu-bwe sendiri. Tidak seorangpun yang tahu mengapa Dewi Mega bertindak sedemikian anehnya. Mengapa ia mengurbankan diri untuk melindungi Kho Ing-ti. Hiat Sat Mo-li, Cu Li, kedua murid Dewi Mega serempak munghampiri dan berlutut di muka Dewi Mega seraya menangis. "Suhu, mengapa suhu berbuat begitu......?" Tiba-tiba Siau Lo-seng berteriak keras: "Ui locianpwe, aku harus mati, aku telah keliru membunuh locianpwe." Sekonyong-konyong Dewi Mega menggeliat dan paksakan membuka mata, tersenyum sayu.
Tous Droits Réservés
#14
cinkeng
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Pendekar Bayangan Setan (Khu Lung)
  • Sword Master aka Pedang Tuan Muda Ketiga/Pendekar Gelandangan - Khu Lung
  • Legenda Kematian - Gu Long
  • Rahasia Kunci Wasiat (Wo Lung Shen)
  • Pendekar Hina Kelana (Xiaou Jianghu) - Jin Yong
  • Pedang Karat Pena Beraksara - Qin Hong
  • Maling Budiman Berpedang Perak (Gin Kiam Gi To) - ASKPH
  • Pedang Ular Emas (Kim Coa Kiam/Sword Stained with Royal Blood) - Jin Yong
  • Tengkorak Maut aka Rahasia Istana Hantu - Khu Lung
  • Kuda Besi
  • Pendekar Kidal (Cin Cu Ling) - Tong Hong Giok
  • Dendam Iblis Seribu Wajah - Gu Long
  • Amanat Marga (Hu Hua Ling) - Gu Long
  • Pendekar Laknat
  • Medali Wasiat (Xia Ke Xing/Ode To Gallantry) - Jin Yong
  • CINTA BERNODA DARAH (seri ke 3 Bu Kek Siansu)
  • Kasih di Antara Remaja
  • Pendekar Blo'on
  • Pukulan Naga Sakti - Gu Long

Berawal dari niatnya mengantar Putri seorang Panglima Perang yang dibunuh oleh kawanan misterius, ternyata membawanya kepada persoalan yang menyangkut pembunuhan besar-besaran yang akan terjadi di Bu Lim. Tan Kia Beng sang tokoh utama kita ini mendapatkan suatu penemuan ajaib ketika terpukul jatuh ke jurang oleh salah satu Locianpwe dari 7 partai besar. Tenaga sakti seorang Cianpwee yang berusia seratus tahun lebih yang sudah mati berpuluh tahun yang lalu dan Mutiara Ular yang berusia ribuan tahun membuatnya menjadi seorang yang sakti, dan bukan cuma itu saja iapun mewarisi jabatan sebagai Kaucu Teh Leng Kau yang dahulu pernah menjadi perkumpulan yang sangat ditakuti didunia Bu Lim. Seiring dengan pertempuran yang sering dia lewati membuat Tenaga Sakti Mutiara Ular ribuan tahun dan Tenaga Sakti yang dilatih selama seratus tahun lebih semakin lama semakin bertambah. Mampukah dia membendung sebuah kekuatan besar yang berada di Gurun Pasir yang akan melakukan pembantaian besar di tanah Tionggoan.

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives du Contenu