Pendekar 100 Hari

Pendekar 100 Hari

  • WpView
    Reads 134,210
  • WpVote
    Votes 2,239
  • WpPart
    Parts 88
WpMetadataReadComplete Mon, Jan 30, 2017
Suatu peristiwa aneh telah terjadi. Kho Ing-ti diam saja, tak menangkis maupun menghindari sehingga lengannya tertusuk dan darahnya menyembur keluar. Tetapi Hun-ing pun terkapar rubuh di bawah kaki Kho Ing-ti. Rupanya nona itu juga terkena sebuah pukulan. Saat itu digunakan oleh Siau Lo-seng untuk meronta dan melepaskan diri dari tangan Kho Ing-ti. Rupanya Kho Ing-ti marah karena lengannya terluka dan Siau Lo-seng dapat lepas. Dengan geram ia mengangkat kaki dan hendak menendang Hun-ing yang tak ingat diri itu. "Perempuan hina, engkau cari mampus!" Siau Lo-seng terkejut. Cepat ia taburkan pedang Ular Emas ke arah Kho Ing-ti. Tetapi tiba-tiba sesosok bayangan melayang lebih cepat dari taburan pedang Ular Emas itu. Terdengar jeritan nyaring mengerikan dan Pedang Ular Emas itupun sudah menyusup ke dada orang itu. Dia roboh terkapar di tanah. "Ui locianpwe, engkau......" tiba-tiba pula Siau Lo-seng menjerit kaget. Ternyata sosok tubuh yang melayang ke tengah gelanggang untuk menghalangi pedang Ular emas itu, bukan lain adalah Dewi Mega Ui Siu-bwe sendiri. Tidak seorangpun yang tahu mengapa Dewi Mega bertindak sedemikian anehnya. Mengapa ia mengurbankan diri untuk melindungi Kho Ing-ti. Hiat Sat Mo-li, Cu Li, kedua murid Dewi Mega serempak munghampiri dan berlutut di muka Dewi Mega seraya menangis. "Suhu, mengapa suhu berbuat begitu......?" Tiba-tiba Siau Lo-seng berteriak keras: "Ui locianpwe, aku harus mati, aku telah keliru membunuh locianpwe." Sekonyong-konyong Dewi Mega menggeliat dan paksakan membuka mata, tersenyum sayu.
All Rights Reserved
#49
wuxia
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kuda Besi
  • Pukulan Naga Sakti - Gu Long
  • Pendekar Bayangan Setan (Khu Lung)
  • Pendekar Hina Kelana (Xiaou Jianghu) - Jin Yong
  • Pedang Ular Emas (Kim Coa Kiam/Sword Stained with Royal Blood) - Jin Yong
  • Pendekar Laknat
  • Sword Master aka Pedang Tuan Muda Ketiga/Pendekar Gelandangan - Khu Lung
  • Pendekar Kidal (Cin Cu Ling) - Tong Hong Giok
  • Maling Budiman Berpedang Perak (Gin Kiam Gi To) - ASKPH
  • Medali Wasiat (Xia Ke Xing/Ode To Gallantry) - Jin Yong
Kuda Besi

Beberapa tokoh persilatan diundang ke suatu tempat oleh seseorang yang misterius, beberapa tokoh itu kedapatan meninggal dengan misterius di sebuah istana kuno. Tidak ada yang tahu siapa pembunuhnya maupun si pengundang sebenarnya. Wi Kun Hiap yang tidak pernah diizinkan keluar dari rumah oleh ayahnya akhirnya bisa mengembara keluar mengikuti pamannya, petualangannya tersebut membuat ia terlibat dengan situasi pembunuhan di jagad persilatan. Sebuah lukisan yang wajahnya mirip sekali dengannya yang dlihatnya di istana kuno tersebut tanpa disadarinya akan mempengaruhi kehidupannya dan keluarganya kelak. Kepandaiannya yang tiba-tiba menjadi super sakti akibat meminum salah satu dari 8 Kuda Besi yang sedang dicari oleh seorang tokoh sakti Pulau Mo Hun To, tetapi akibatnya membuatnya menjadi lupa ingatan yang hanya dapat disembuhkan oleh sisa dari Kuda Besi tersebut. Perkenalannya dengan dua orang kakak beradik yang merupakan anak seorang tokoh sesat yang sangat sakti dengan kepribadian yang berbeda. Hui Yan seorang gadis yang lincah, centil dan suka menggoda membuat Wi Kun Hiap kadang-kadang menjadi jengkel dan kakak keduanya Hui Giok seorang gadis yang lemah lembut, dan selalu bertingkah sopan, tetapi di balik semua itu ada rahasia yang tersembunyi mengenai kedua gadis tersebut.

More details
WpActionLinkContent Guidelines