Atualizamos nossas Diretrizes de Conteúdo.
Consulte as diretrizes mais recentes para continuar compartilhando histórias com segurança.
Saiba mais
Pendekar 100 Hari

Pendekar 100 Hari

  • WpView
    Leituras 134,228
  • WpVote
    Votos 2,240
  • WpPart
    Capítulos 88
WpMetadataReadConcluída seg, jan 30, 2017
WpInfo
NÃO-FICÇÃO
Suatu peristiwa aneh telah terjadi. Kho Ing-ti diam saja, tak menangkis maupun menghindari sehingga lengannya tertusuk dan darahnya menyembur keluar. Tetapi Hun-ing pun terkapar rubuh di bawah kaki Kho Ing-ti. Rupanya nona itu juga terkena sebuah pukulan. Saat itu digunakan oleh Siau Lo-seng untuk meronta dan melepaskan diri dari tangan Kho Ing-ti. Rupanya Kho Ing-ti marah karena lengannya terluka dan Siau Lo-seng dapat lepas. Dengan geram ia mengangkat kaki dan hendak menendang Hun-ing yang tak ingat diri itu. "Perempuan hina, engkau cari mampus!" Siau Lo-seng terkejut. Cepat ia taburkan pedang Ular Emas ke arah Kho Ing-ti. Tetapi tiba-tiba sesosok bayangan melayang lebih cepat dari taburan pedang Ular Emas itu. Terdengar jeritan nyaring mengerikan dan Pedang Ular Emas itupun sudah menyusup ke dada orang itu. Dia roboh terkapar di tanah. "Ui locianpwe, engkau......" tiba-tiba pula Siau Lo-seng menjerit kaget. Ternyata sosok tubuh yang melayang ke tengah gelanggang untuk menghalangi pedang Ular emas itu, bukan lain adalah Dewi Mega Ui Siu-bwe sendiri. Tidak seorangpun yang tahu mengapa Dewi Mega bertindak sedemikian anehnya. Mengapa ia mengurbankan diri untuk melindungi Kho Ing-ti. Hiat Sat Mo-li, Cu Li, kedua murid Dewi Mega serempak munghampiri dan berlutut di muka Dewi Mega seraya menangis. "Suhu, mengapa suhu berbuat begitu......?" Tiba-tiba Siau Lo-seng berteriak keras: "Ui locianpwe, aku harus mati, aku telah keliru membunuh locianpwe." Sekonyong-konyong Dewi Mega menggeliat dan paksakan membuka mata, tersenyum sayu.
Todos os Direitos Reservados
#135
silat
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Rahasia Kunci Wasiat (Wo Lung Shen)
  • Pedang Karat Pena Beraksara - Qin Hong
  • Pedang Ular Emas (Kim Coa Kiam/Sword Stained with Royal Blood) - Jin Yong
  • Medali Wasiat (Xia Ke Xing/Ode To Gallantry) - Jin Yong
  • Dendam Iblis Seribu Wajah - Gu Long
  • Pendekar Laknat
  • Maling Budiman Berpedang Perak (Gin Kiam Gi To) - ASKPH
  • Kasih di Antara Remaja
  • CINTA BERNODA DARAH (seri ke 3 Bu Kek Siansu)
  • Pendekar Kidal (Cin Cu Ling) - Tong Hong Giok

Seorang nyonya muda yang dalam keadaan kritis di temukan oleh sepasang suami istri di sebuah perahu di danau Tiang Pek Auw di pinggiran dusun Tan Kwee Cung. Nyonya muda tersebut dibawa kerumah oleh sepasang suami istri tersebut yang ternyata adalah bekas Pejabat Tinggi Kerajaan yang mengasingkan diri. Demi membalas jasa atas pertolongan yang diberikan nyonya muda itu yang bernama Im Kauw menjadi pelayan di keluarga tersebut sekaligus mengajarkan sastra sekaligus dasar tenaga Sim Hoat (tenaga dalam) kepada anak mereka yang masih kecil. Siauw Ling adalah nama anak kecil itu yang kondisi tubuhnya yang sangat lemah bahkan ternyata menderita suatu penyakit aneh sehingga umurnya diperkirakan tidak akan mencapai umur 20 tahun. Sungguh tak pernah disangka kedatangan nyonya muda yang bernama Im Kauw di dalam keluarga tersebut ternyata akan mengubah seluruh kehidupan selanjutnya dari bocah cilik lemah dan berpenyakit aneh tersebut. Dunia persilatan geger dikarenakan anak kunci Istana Terlarang yang ternyata terakhir kali terdengar dipegang oleh Im Kauw, sang nyonya yang ditemukan hampir mati di telaga Tiang Pek Auw. Apakah yang terjadi dengan nasib Siauw Ling yang dikejar-kejar oleh banyak tokoh persilatan dikarenakan masalah Cing Kong Ci Yau (Anak Kunci Istana Terlarang) sampai-sampai beberapa tokoh-tokoh sakti dari golongan putih dan hitam yang sudah lama tidak kedengaran kabarnya bermunculan kembali?

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo