Adalah aku yang dari pertama melihatmu yakin bahwa selanjutnya debarku tak akan pernah sama untukmu. Syaraf ku tak akan peka kecuali oleh rangsangmu. Dan aku jatuh, kalah oleh semua tentang dirimu.
-Shavanna Jingga
Bagaimana mungkin ke-alpa-an ku bisa berjalan selama ini? Melewatkanmu yang nyata nya adalah tempatku kembali. Ya, kamu adalah 'pulang' yang selama ini aku cari.
-Altair Kafka Bramastya
"Aku jatuh cinta sama kamu sejak pertama kita bertemu" ucap kevin secepat kilat. Aku kaget untuk kedua kalinya.
"Kev, gua .."
"Aku nggak butuh jawabanmu!" Samber kevin memotong kalimatku. Wajahnya sangat serius dan matanya masih setia menatapku. Aku nggak pernah melihat kevin seserius ini.
"Hah!" Sahutku reflek.
"Aku hanya bilang kalau aku cinta sama kamu, titik!" Ucapnya penuh ketegasan.
"Kev, tapi kan .."
"Pleas sin, Aku nggak berharap kamu untuk menjadi kekasihku. Tetaplah seperti ini, menjadi sindy yang selalu ada buatku. Itu sangat cukup!" Ucap kevin penuh kasih sayang.
**
Ketika cinta menjadi benci..
Dan benci menjadi cinta..
"Ketika kau membuka pintu hatimu, aku telah pergi jauh meninggalkanmu.. " ~ Sindy Wulandari.
"Maafkan aku.. Karena aku telat membalas cintamu. Aku terlalu benci padamu, sampai tak bisa melihat cinta tulusmu.. " ~ Alexander Marko.
"Aku tak peduli walaupun kau tak mencintaiku. Aku hanya ingin kau bersamamu seperti ini, meskipun status kita hawnya Friend zone. Aku terima itu.. " ~ Kevin Saputra.
***
WARNING!! Banyak part yang mengandung kata-kata kasar. Mohon kebijakannya.
Udah ya segitu aja perkenalannya..
Yang penasaran ceritanya langsung baca aja.
Salam Rifaker 😙