Edelweis Terakhir

Edelweis Terakhir

  • WpView
    Reads 1,990
  • WpVote
    Votes 76
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadMatureComplete Sun, Oct 29, 2017
WpInfo
Fiction
Romance
"Aku ingin kamu menemaniku malam ini. Seandainya ini jadi malam terakhirku, aku ingin kamu ada bersamaku." Inge menengadah. "Jangan katakan hal itu. Jika ini malam terakhirmu, berarti juga malam terakhir bagiku." Radit menatap dalam. "Tidak, Mas Radit. Kamu harus janji, jika aku tiada nanti akan tetap melanjutkan hidup dengan baik." Mata Inge mulai basah. "Aku tidak bisa berjanji. Bagaimana orang yang telah kehilangan sebagian hidupnya bisa menjalani hidup dengan baik? Jika ini malam terakhir atau besok adalah hari terakhirmu, aku bersumpah yang kubawa besok adalah edelweis terakhir dan menjadi pendakian terakhirku. Aku tidak akan mendaki lagi kemana pun." Radit masih menatap dalam, seolah itu benar adalah malam terakhir bersamanya.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Promise
  • Eternal Bond
  • Cinta Dan Kasih Sayang (Writing Temporarily Suspended)
  • My Beloved Revenge [END]
  • CINDY : Sebelum Aku Pergi
  • Saat Aku Bersamamu (Tamat)
  • VeeNara
  • ASYHILA(COMPLETED)
Promise

Rayna tak pernah benar-benar memilih. Di antara dua hati yang mencintainya, hanya satu yang selalu diam-diam ia doakan. Ketika waktu dan takdir mengguncang segalanya, sebuah tragedi membawa Rayna pada luka yang tak pernah ia bayangkan: kehilangan, penyesalan, dan janji-janji yang tak sempat diucapkan. Lewat kenangan yang tertinggal dan sepucuk catatan terakhir, Rayna mencoba memahami-apa arti mencintai seseorang tanpa pernah tahu apakah ia akan kembali. "Katanya, kalau cinta itu tulus... waktu takkan memisahkan. Hanya menguji."

More details
WpActionLinkContent Guidelines