Story cover for The Reason by hunterdyn
The Reason
  • WpView
    Reads 145
  • WpVote
    Votes 56
  • WpPart
    Parts 2
  • WpView
    Reads 145
  • WpVote
    Votes 56
  • WpPart
    Parts 2
Complete, First published Jan 31, 2017
Kila adalah seorang perempuan yang memendam perasaan suka selama bertahun-tahun terhadap David. David yang selama ini Ia kagumi, yang selama ini terus Ia perhatikan. Tetapi malah membuat Kila merasa terpuruk dengan sikap David yang sangat dingin kepadanya. Tetapi dengan sebuah alasan yang pasti, Kila akan tetap menunggu karena sebuah perasaan tidak akan mudah untuk dilupakan.
All Rights Reserved
Sign up to add The Reason to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 10
feel blue cover
ABIRAH [Completed] cover
OCTOBER AND LOVE cover
One Call Away cover
Ini Aku Dan Duniaku cover
Cinta dan Dilema cover
EXPECT (Complete) cover
TAMARA  cover
Restart ✔ cover
Saat Dunia Tak Menatap Kearahmu  cover

feel blue

16 parts Ongoing

Kalila telah menyukai Rafi sejak lima tahun yang lalu. Diam-diam, ia menyimpan rasa yang tak pernah padam. Rafi adalah pusat semestanya-sosok yang tak tergapai, namun selalu hadir dalam benaknya, bahkan dalam hal-hal kecil sehari-hari. Kalila menyebutnya cinta, tapi sahabatnya, Mika, lebih sering menyebutnya obsesi. Katanya, Kalila terlalu melankolis untuk ukuran seorang gadis remaja. Selama lima tahun itu pula, Rafi telah berganti pacar sebanyak musim berganti. Kalila? Ia tetap berdiri di tempat yang sama: mengagumi dari kejauhan, tanpa pernah berani menyapa, apalagi berharap dibalas. Rafi bahkan mungkin tak tahu namanya. Kalila menulis puisi ataupun pantun kepada Rafi berharap perubahan dan menciptakan skenario-skenario yang hanya hidup dalam kepalanya sendiri. Namun waktu berjalan, dan hidup tak pernah menunggu. Ketika kenyataan mulai menggerus mimpinya, Kalila pun mulai bertanya: sampai kapan ia akan bertahan dengan rasa yang tak pernah diberi ruang untuk tumbuh? Lantas, mau diapakan perasaan Kalila sekarang ini? Haruskah ia tetap diam dalam bayang-bayang, atau justru mulai menulis kisahnya sendiri-dengan atau tanpa Rafi di dalamnya?