My Memories

My Memories

  • WpView
    Reads 3,595
  • WpVote
    Votes 1,288
  • WpPart
    Parts 22
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Sep 2, 2017
WpInfo
Fiction
Romance
[akan di Revisi setelah selesai] Follow dulu sebagian cerita di prifacy kamu menghilang bagaikan air garam yang larut dalam air bening yang lama lama akan menjadi kenangan, dengan kenangan aku sempat berbicara sendu di deras hujan namun, apa boleh buat kenangan tidak akan pernah datang untuk mengulang cerita yang telah usang, Aku Avisa Riska Meydina wanita yang pernah bercita-cita menjadi bencong yang terjerat cinta dengan primadona sekolah sekaligus pemain band, berkontra dengan sisi anjela, selebgram yang terkenal dengan vape dan kelakuan nakalnya yang liar. Bukan avisa namanya jika harus berhenti hanya karna seorang lelaki bernamakan Dion. "kakak chat sama Dion semalam kak?" tanya Sisi, Sisi adalah temanku semasa Sd, pertemananku hancur dengannya semenjak aku bertemu dengan lelaki bernama Dion.
All Rights Reserved
#27
hotgirl
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Unpredictable Love
  • The Gorgeous Devil
  • My Perfect Senior [Completed]
  • LOVE GAME (Repost)
  • UNDER YOUR SHADOW
  • Trust Me
  • Friend Zone ! [END]
  • Introvert Boy
  • I'm Your Lover
  • Emotion Love

WARNING: Beberapa chapter terdapat adegan dewasa. Harap lebih bijak dalam membaca. Lili, hanya seorang gadis sederhana yang manis dan pendiam, tidak memiliki riwayat pacaran. Meskipun begitu, ibu nya selalu menyuruhnya untuk segera mendapatkan kekasih. Namun Lili terlalu pemalu, dia sama sekali tidak memiliki keberanian untuk mendekati pria. Dan entah bagaimana, seorang pria mulai mengganggunya. ----------------------------------------- Rendra tertawa kecil, suaranya terdengar berat dan penuh godaan. "Jika kamu yang berinisiatif menciumku, aku akan pergi." Lili menggigit bibirnya, tangannya gemetar hebat. Matanya yang basah oleh air mata menatap Rendra dengan gugup dan takut. Hening sejenak. Napasnya tersengal ketika ia akhirnya mengumpulkan keberanian, mengangkat sedikit tubuhnya, lalu berjinjit untuk mengecup pipi pria itu. Namun, sebelum bibirnya sempat menyentuh kulitnya, Rendra sudah lebih dulu meraih tengkuknya, menariknya erat ke dalam dekapannya. Tanpa memberi kesempatan untuk mundur, ia menuntut lebih menyapu bibirnya dengan ciuman yang panas dan mendalam. Suara Rendra terdengar serak di antara napas yang memburu. "Bagaimana mungkin aku bisa melepaskanmu setelah dirimu sendiri yang memberikannya padaku, hm?" ---------------------------------------

More details
WpActionLinkContent Guidelines