Light my Fire re:load

Light my Fire re:load

  • WpView
    Reads 269
  • WpVote
    Votes 10
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Dec 20, 2018
WpInfo
Fiction
Fantasy
Saat itu, semuanya telah berubah dan terlihat dengan jelas, kehidupan baru menggantikan kita semua. Kita mati dan seseorang mengganti hidup kita. Kita memudar dan seseorang meneruskan cerita kita, dan Inilah akhir dari segala yang kita ketahui. Namun meski begitu, orang-orang akan bicara. "Tak ada yang lebih berat dari pada terbangun seorang diri" Ya.., terbangun seorang diri, tanpa tau apa yang sebenarnya terjadi, tanpa tau seorang Gadis kecil yang memiliki tatapan mata seperti iblis mengatakan "Kau adalah budakku, maka penuhilah segala permintaanku" itu tak pernah terjadi dan hal itu seharusnya tak mungkin terjadi. Tapi disitulah semua itu dimulai. Saat Riku Kiri sudah tidak mengetahui hampir setengah ingatanya yang hilang entah kemana, tanpa tau seorang Gadis memaksanya dan memperlakukanya seperti budaknya dan kini ia harus berhadapan dengan seseorang yang lebih kuat darinya. Atas kecerobohan, Gadis yang mengatakan ia adalah seorang penghantar Roh, dan mengatakan hal itu dengan bangga di depan orang-orang. ....Karena hal itu, semua itu terjadi.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Midwest Princess
  • Bungsu [second life]
  • The Miracle Of Crystals
  • Mengembalikan Ikatan Persaudaraan (End)
  • K.I.T.A
  • Anaking

"Dengarlah, anak-anak Crimson... tentang langit yang dulu bersinar, dan kini menangis darah. Pernah ada masa, jutaan tahun silam, saat sayap terang dan tanduk gelap bertarung di atas awan. Malaikat-pembawa harapan. Iblis-penggenggam kehancuran. Mereka menari di langit, mematahkan bintang-bintang, dan bumi menjadi panggung untuk dendam yang tak selesai. Gunung meledak, laut berubah bara, dan doa-doa jadi abu dalam perang yang tak berakhir. Tak ada pemenang, hanya dunia yang retak. Crimson-namanya lahir dari luka, warna tanahnya pun seperti hati yang pernah dicabik taring neraka. Kini... roh gentayangan mengeluh di lorong-lorong senyap, bayangan berjalan tanpa tubuh, dan sihir-ah, sihir kini lebih mirip kutukan daripada keajaiban. Tapi dengarlah baik-baik, di tengah reruntuhan dan langit yang patah, selalu ada satu cerita kecil yang berani menyalakan nyala- meski api itu kecil dan nakal, ia bisa jadi awal dari sesuatu yang lebih besar..." (Si penyair menutup matanya, tersenyum pelan. Dan angin Crimson kembali berbisik)

More details
WpActionLinkContent Guidelines