Say Love

Say Love

  • WpView
    Reads 477
  • WpVote
    Votes 140
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Feb 18, 2017
Waktu membalut kita dalam kenangan, kenangan yang datang begitu lambat dan berlalu dengan cepat, "aku cinta dia" bahkan kata-kata itu susah ku ungkap (ken), apa dia berpikir aku mengantungnya??? Entahlah yang pasti dia cinta pertamaku. **** Ken dan bella bertemu secara singkat ketika berusia 9 tahun, hingga pada akhirnya mereka menjadi sahabat baik, namun ken harus pergi dari bella. Mereka kembali bertemu ketika menginjak umur 16 tahun, bella yang gendut berubah menjadi wanita yang cantik membuat ken tidak mengenalinya. Akan kah mereka seperti dulu? **** "Karena memori ku berusaha melupakanmu, tapi hatiku masih mendekap mu jauh di dalamnya. Apa aku terlalu mengagumimu? Sampai aku bahkan sulit mengungkapkannya(bella)"
All Rights Reserved
#127
memories
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kuas,Cat dan Cinta
  • My Memories
  • BREATHE
  • Memory Of First Love [Completed] ✓
  • 8 LETTERS [chenle-ningning]
  • My First Love (Don't Reading Okayy)
  • Antara dosa dan Cinta Pertama
  • Candala [2]
  • Do you think Of me ? [ Lengkap ] ✔
  • My Past

Aku bertemu degannya lagi. Ini sudah lama sekali, cukup lama untuk membuatku canggung untuk menyapanya. Sepuluh tahun yang lalu, aku gadis berkucir dua, dia anak yang berkaca mata. Sepuluh tahun yang lalu, aku adalah orang yang tidak memperhatikan wajahnya dengan teliti dan sekarang aku menyadari bahwa dia adalah pemuda yang tampan dengan mata yang menarik di balik kaca matanya itu. "Hallo !!" sapaku padanya. Dia menatapku dengan kening berkerut. Aku menjadi lebih canggung lagi karena dia tidak mengenaliku. Aku bukan gadis menarik, aku juga bukan gadis yang pandai mengawali pembicaraan ataupun mengakhirinya. Kalaupun dia mengenali aku, mungkin dia akan pura-pura lupa. "Hallo !" balasnya kemudian dengan senyum yang canggung. "Apa kau masih mengingatku ?" tanyaku dengan tatapan menyelidik ke arahnya. Hujan sore ini menahan dia, aku dan beberapa orang lainnya di depan toko yang tidak kutemukan papan namanya. Aku pindah dari kota ini ke luar negeri sepuluh tahun yang lalu tapi sekarang aku kembali dan temanku tidak mengenaliku lagi. "Kau siapa ?" dia balik bertanya dengan nada yang canggung ke arahku. Sudah kuduga, dia lupa tentangku. Aku menatap sekeliling, aku pasti akan terlihat sangat lucu sekarang. "Aku bukan siapa-siapa, lupakan saja" jawabku dengan santai lalu kuakhiri dengan senyum kecil. Aku lebih suka cara ini, aku tidak akan memaksakan seorang yang tidak lagi mengingatku untuk mengenalimu. Aku lebih butuh seseorang yang akan mengatakan hallo bersamaan denganku karena itu berarti kami saling mengingat. Aku menatap ke langit lagi, hujannya masih belum berhenti tapi aku menjadi orang yang pertama meninggalkan tempat ini.

More details
WpActionLinkContent Guidelines