Story cover for Hopeless by dreampieces
Hopeless
  • WpView
    Reads 317
  • WpVote
    Votes 108
  • WpPart
    Parts 5
  • WpView
    Reads 317
  • WpVote
    Votes 108
  • WpPart
    Parts 5
Ongoing, First published Feb 01, 2017
Mungkin untuk sebagian orang, menyukai seseorang sampai bibirmu tersenyum lebar dan jantungmu berdebar-debar itu wajar. Tetapi kalau sampai lututmu lemas hanya ketika melihat dia melihatmu itu hal yang sudah tidak waras. 

Bianca memang sedang dalam proses mencintai seperti novel-novel picisan miliknya. Memang jantungnya berdetak cepat, bibirnya yang selalu melengkungkan senyuman lebar tanpa disadarinya. Tetapi ia masih bisa mengontrol semuanya termasuk langkah kakinya untuk selalu melangkah ke depan. 

Mencintai itu memang mudah dan butuh waktu yang lama, tapi disakiti itu hanya sekejap mata. Setengah kepingan hatinya sudah hancur dan hilang.

Tetapi seperti prinsip yang selalu ia terapkan: Life Must Go On kan.
All Rights Reserved
Sign up to add Hopeless to your library and receive updates
or
#530gagalmoveon
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 9
[END] WHAT WE HAVE PASSED TOGETHER? cover
How to be Your Friend  cover
Past Love Part 1 cover
Cinta Itu Bernama Aleaa  [ ON GOING ] cover
The Devil's Love cover
Cerita Kita cover
COMPLICATED  [END] cover
Look At Me!!!                                            [Follow Sblm Membaca❤] cover
I Need To Tell You cover

[END] WHAT WE HAVE PASSED TOGETHER?

62 parts Complete

[FOLLOW ME BEFORE READING.] Apa yang akan dilakukan saat waktu hampir habis? Waktu yang selama ini tidak pernah berhenti, tiba-tiba mengajak untuk menghabisi dunia. Kau pikir, semuanya akan baik-baik saja. Sampai saat yang paling lama kau baru boleh pergi. Tapi tiba-tiba, kau teringat tentang waktu yang selama ini telah kau habiskan. Lalu menyesalinya. Seolah-olah kau ingin memiliki lebih banyak waktu lagi. Menurutmu, apa semuanya masih bisa baik-baik saja? Gilang memikirkan hal yang sama setelah ia mendapat tugas untuk menjaga saudara angkatnya. Bukannya apa-apa, Gilang hanya tidak mau menghabiskan waktunya yang tidak seberapa untuk tugas menjaganya itu. Ia juga tidak mau menyerahkan waktunya bersama orang lain. Bahkan sedetik pun. Tapi siapa yang tahu, Gilang malah jatuh cinta pada saudara angkatnya. Mati-matian ia berusaha agar Adin tidak balas mencintainya. Dan sekarang, semua terserah pada Gilang. Karena waktunya tidak bisa menunggu. Setidaknya, sampai mati. [PLEASE, DON'T COPY MY STORY.]