Story cover for Hopeless by dreampieces
Hopeless
  • WpView
    Reads 317
  • WpVote
    Votes 108
  • WpPart
    Parts 5
  • WpView
    Reads 317
  • WpVote
    Votes 108
  • WpPart
    Parts 5
Ongoing, First published Feb 01, 2017
Mungkin untuk sebagian orang, menyukai seseorang sampai bibirmu tersenyum lebar dan jantungmu berdebar-debar itu wajar. Tetapi kalau sampai lututmu lemas hanya ketika melihat dia melihatmu itu hal yang sudah tidak waras. 

Bianca memang sedang dalam proses mencintai seperti novel-novel picisan miliknya. Memang jantungnya berdetak cepat, bibirnya yang selalu melengkungkan senyuman lebar tanpa disadarinya. Tetapi ia masih bisa mengontrol semuanya termasuk langkah kakinya untuk selalu melangkah ke depan. 

Mencintai itu memang mudah dan butuh waktu yang lama, tapi disakiti itu hanya sekejap mata. Setengah kepingan hatinya sudah hancur dan hilang.

Tetapi seperti prinsip yang selalu ia terapkan: Life Must Go On kan.
All Rights Reserved
Sign up to add Hopeless to your library and receive updates
or
#530gagalmoveon
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 7
Love In Paris (COMPLETED) cover
Past Love Part 1 cover
[END] WHAT WE HAVE PASSED TOGETHER? cover
AGGA cover
I Need To Tell You cover
How to be Your Friend  cover
Cinta Itu Bernama Aleaa  [ ON GOING ] cover

Love In Paris (COMPLETED)

38 parts Complete

(BEBERAPA PART DI PRIVATE. FOLLOW TO READ IT!) "Manusia tidak akan pernah abadi. Tapi cinta, akan selalu abadi bersamamu." Wanita itu berharap bahwa ia bermimpi sekarang. Bagaimana bisa, sosok yang ia ketahui sangat mencintainya, berlalu begitu saja meninggalkan jejak kepahitan. Hari berlalu bagaikan sewindu. Begitu lama. Dan selama itu pula rasa sakitnya masih bermuara di dalam sana. Hingga suatu hari, seseorang datang dalam hidupnya. Membangkitkan binar di mata birunya lagi. Membangkitkan gelora yang selama ini terpendam. Namun ternyata tidak semulus itu. Sakit hati dan kepahitan perlahan menghujaminya kembali. Sampai ia tahu suatu kebenaran. Kebenaran yang tak pernah ia sangka sebelumnya. Kebenaran bahwa ia berada diantara dua cinta. Cinta yang sebelumnya sempat ia ragukan. Cinta yang begitu sempurna.