The Balance Diamond

The Balance Diamond

  • WpView
    Reads 46
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Apr 14, 2019
WpInfo
Fiction
Mystery
Kearra, seorang jurnalis, tengah bersiap menghadapi guncangan-guncangan. Sementara Xyxthrich perlahan hancur, tak ada yang paham, semua "buta" bahkan 'hitam' dan 'putih' pun jadi sama. Dengan notes biru serta pulpen merahnya - tak luput tas ransel coklat kusam kesayangannya - Kearra berusaha membuktikan didepan semua mata apa yang sedang terjadi dibelakang layar pemerintahan negerinya. Tak semudah ekspektasi yang ada, segala rintangan siap menghadang. Namun, bantuan Ishan - teman masa kecil Kearra - memberikan andil yang baik dalam perjuangan Kearra. Sanggupkah Kearra membuktikan kenyataan, meskipun, nyawa ganjarannya?
All Rights Reserved
#232
jurnalis
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Black Out III
  • ALMAZ
  • Secret Admirer : Untukmu Yang Tak Tahu
  • TACHIBANA TWIN'S?! (Wind breaker x reader)
  • Jibaku Shounen Hanako-kun × Oc!Original
  • Age Quod Agis
  • RAYNALA
  • Ashura king (S-1) End

"Ini mati listrik yang... luar biasa..." -Sungwoon- "Apa ini perbuatan alien?!" -Minhyun- "Kenapa kalian begitu histeris?" -Jaehwan- "Apa dia masih hidup?" -Woojin- "Tidaaak!!!" -Seongwoo- "Tidak! Aku buta!" -Daniel- "Tubuhnya tidak bergerak sama sekali, merespons juga tidak!" -Guan Lin- Sungguh malam Minggu yang hebat. Dalam benak kami terlukis sebuah pemandangan indah di malam Minggu, meski para jomblo konon menderita pada malam tersebut oleh kutukan yang terkadang sulit dicabut itu. Malam ini berbeda 180 derajat, tak pernah seumur hidupku terbayang akan malam menakjubkan ini. Kalangan yang takut akan malam ini tak hanya kami yang masih lajang, mereka-mereka yang sedang menjalani hubungan pun tak akan absen dalam memproduksi jeritan. Apa hanya jeritan? Mungkin air mata pun ikut serta. Beruntung sekali diriku masih waras setelah mengarungi malam yang panjang ini. Hanya rembulan dan cahaya ponsel sebagai alat bantu kami dalam petualangan di kegelapan. Kisah yang tertuang pada malam ini benar-benar di luar nalar. Siapa sangka berdiam di dalam rumah itu aman? Siapa sangka yang tadinya kawan bisa menjadi musuh? Siapa sangka yang baru saja tersenyum tulus tiba-tiba menancapkan pisau ke dada kita satu detik kemudian? Siapa sangka orang yang satu menit lalu berbincang bersama kita, satu menit kemudian ia ditemukan sudah terkapar di lantai dengan tubuh bersimbah darah? Bahkan seorang peramal pun tak akan sanggup menerawang perihal untaian kejadian malam ini dengan tepat. Hanya Tuhan yang tahu akan misteri itu. Di sini kami melewati malam ini dengan mempertahankan nyawa. Aku dan kumpulan lelaki tersebut sungkan tak sungkan harus ikut menyumbangkan cerita kami untuk malam ini, atau mungkin menyumbangkan jiwa dan raga? Tak ada yang tahu. -Sua (Reader/OC)- *CERITA MENGANDUNG KEKERASAN. MOHON UNTUK TIDAK DITIRU.

More details
WpActionLinkContent Guidelines