Mianhaeyo Appa

Mianhaeyo Appa

  • WpView
    Membaca 27,029
  • WpVote
    Vote 2,006
  • WpPart
    Bab 22
WpMetadataReadLengkap Sab, Apr 3, 2021
WpInfo
Fiksi Penggemar
Sosok namja dengan wajah tampan dan kekanakan yang semula begitu bahagia di kehidupan masa kecilnya. Hingga terjadi sebuah peristiwa menimpah dirinya yang membuat segalanya berubah. Dia yang harus menerima kebencian seorang Appa meski tak pernah tahu apa salahnya dan tak sepantasnya dia menerima hukumannya.. Dia rela merasakan sakit di hati dan fisiknya asal tetap melihat senyum kebahagiaan di wajah sang appa, bahkan hanya kesedihan yang dirasakan ketika kerinduan akan belaian Kasih sayang sang appa.. Bersama hyungnya dia bertahan melewati semuanya, dan hanya bisa menunggu serta berharap sebuah keajaiban terjadi di kehidupannya agar kembali seperti semula.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#189
donghae
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Sulung
  • SADAJIWA
  • Strangers
  • family (lee haechan) ✔ (Revisi)
  • Uri Kookie~ (2)//Bring Him Back
  • Angkasa
  • The King of Two Stars (Completed)
Sulung

Fondasi terkuat dari tiap pasangan yang ada di muka bumi ialah seorang anak. Di anugrahi seorang anak memanglah membahagiakan tapi bukan berarti anak itu harus di kucilkan apabila ia tak sanggup tuk raih apa yang orang tuanya mau. Seperti anak sulung keluarga .... yang selalu di tuntut ini dan itu, yang selalu di minta untuk sempurna, yang di minta untuk mengharumkan nama baik keluarga, yang selalu di cap salah dalam hal yang ia lakukan. Bahkan kesalahan yang di perbuat belum tentu menjadi kebwnaran bahwasannya anak malamg itu bersalah. Tidakan ini justru tanpa di sadari, membuat anak sulung itu juga akan rapuh, tak selamanya ia dapat menjadi sempurna ia akan mendapat kekurangan, tidak selamanya ia dapat mengharumi nama baik keluarga. Ia juga manusia yang mudah rapuh, jangan terus tuntut ia melakukan hal yang tidak selalu dirinya bisa untuk lakukan, jangan buat anak itu di benci oleh orang terdekatnya akibat tingkah para orang tua yang membatasi kesosialitaannya pada dunia luar selain rumah. Biarkan ia mendapat sandarannya sendiri untuk menangis dan bercerita, biarkan ia bebas sejenak dari kata-kata yang terombang-ambing dalam pikirannya. Jangan paksakan banyak hal pada dirinya. ''Ayah, Bunda, maaf- Esa belum bisa jadi anak yang baik buat kalian ...'' ''No, udah dulu ya, Nak. Nanti dadanya sakit, Esa itu anak paling hebat yang pernah ayah miliki.'' ''Esa, sayangnya Bunda. Semangat terus ya biar bisa bareng lagi sama kita. Nanti Bunda janji bakal bawa sama masakin semua yang Esa mau, oke!?'' ''Bang, Esa ... Jidan mau abang temenin main nanti.''

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan