Kepingan Embun

Kepingan Embun

  • WpView
    LECTURAS 1,498
  • WpVote
    Votos 168
  • WpPart
    Partes 22
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mié, ene 30, 2019
Apakah Sahabat Itu ____________________ Telah muak aku untuk terus bertanya apa itu sahabat. Sehingga mampu membuat hati senang dan sedih. Tiadakah dirimu mampu untuk selalu membuatku senang. Yang selalu bisa ku andalkan dalam hatiku ini. Ada ataupun tidak, yang pasti itulah yang ku harapkan. Lelah dengan tingkah yang kau buat. Sakit hati telah meninggalkan jejak dengan sejuta luka. Sahabat, bisakah kau tinggalkan sifat itu. Dan akan terus menjadi sahabat terbaikku. Apakah itu yang di namakan persahabatan. Yang bagai kacang lupa akan kulitnya. Andai ku bisa merubah semua rasa. Persahabatan kan ku ganti dengan persaudaraan. Di mana tak akan ada sebutan mantan dalam persaudaraan.
Todos los derechos reservados
#26
bebas
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Senja (Diangkat Dari Kisah Nyata)
  • best friend and twilight
  • Aku Kamu Dan Dia
  • SEMESTAKU [Segera Terbit]
  • Enigma Sebuah Perasaan (End)
  • Ruang Ingatan (End)
  • MENCINTAIMU, SEINDAH TUHAN MENCIPTAKANMU
  • CERPEN (END)
  • PROSA

Tepatnya 1 tahun 8 bulan sudah akan tiba. Dimana masa-masa yang sangat sulit, hari demi hari beriringan dengan sunggingan senyum manis dihampiri dengan perasaan yang masih membekas_memar. Aku perlu tau, seakan menjadi topik pembicaraan kita tempo hari_desakku. Aku hanya perlu pahami;setidaknya masa lalu adalah gambaran yang telah usang. Tapi, masih saja kerap sekali kau jaga dari debu. Aku fikir, kau sungguh tiada berujung sedih_nyatanya pahit. Berulangkali aku sering tak sadar akan kehadiranmu; menghantui kesesakan dalam dada. Seharusnya aku sadar_membohongi diri. Sebenarnya jiwaku meronta_rapuh;tapi kakiku beku, lidahku kaku. Berbuat semauku pun tak mampu. Aku harus ceritrakan sepenggal kata ini_setidaknya pada bayanganmu, atau sebait kalimat ini ku sampaikan pada nafasmu. Aku menyerah. Ya, aku pernah menyerah dan berlabuh dihatimu karena rapuh_sama halnya sekarang aku ingin berhenti_lari dari kenyataanmu. Kau bahkan tidak mau tau tentangku_nalarku hilang. Sama persis saat aku pernah kekosongan_kau pun mengisi hariku. Bagaimana aku dapat berisyarat_bergerakpun aku tak sanggup. Aku bagai terjerat;buram;kelam. Hari ini aku akan pastikan kau tidaklah takdirku. Dimana aku bisa bebas dan terbang;melompat dan menerjang_tidaklah keingiannmu. Bermimpi tentangmu tak jua masuk dalam hariku_masih ada yang mengkait dikepalamu_aku hanya persinggahan. Ini terlalu sakit yang mendalam. Aku bisa apa? Coba jelaskan kepada selembar kertas jawabmu_mungkin aku dapati. Setidaknya kau tidak membiarkanku terjerat. Aku bisa berbuat apa dengan menjalani hubungan ini tanpa tulusmu mencintai kekuranganku. Aku tak mampu dengan keinginanmu. Aku sungguh tiada daya. Ku mohon maafkan kelemahanku. Itulah mungkin sebabnya kau masih mencari separuh yang pernah hilang dan tertinggal. Aku bersedia kau tinggalkan tanpa syarat apapun, asal titipkan salammu sebagai suatu tanda kau pernah menjadi penghias hariku_kelam. Aku bersedia_tinggalkan aku saja, mungkin itu lebih baik bagimu_kehilangan. April 2017

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido