The Bloodiest (On going)

The Bloodiest (On going)

  • WpView
    LECTURAS 181
  • WpVote
    Votos 42
  • WpPart
    Partes 8
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación dom, mar 25, 2018
WpInfo
Ficción
Fantasía
Mirai dan Magi. Itulah mereka. Mereka merupakan gadis biasa yang hidupnya juga biasa biasa saja. Sampai akhirnya semua kebenaran terungkap. Walaupun mereka ingin meniggalkan itu semua. Tapi tetap saja, tali merah yang berada di jari manisnya itu akan membawa mereka. Ke takdir yang seharusnya mereka jalani.. . . . . Terlihat dua orang yang tengah berada di ruang hampa. Dimana tempat itu merupakan perbatasan antara kehidupan dan kematian .. Mereka berdua sedang memeluk lutut mereka sendiri Mereka tengah berbicara dengan raut muka yang , yah bisa dibilang. Menyedihkan.. "Apakah kamu percaya jika seseorang bisa di reinkarnasikan?"(1) "kenapa kau bertanya seperti itu kepadaku? jarang sekali terjadi seperti itu.. mungkin dia memiliki kenangan, mungkin?"(2) "Dan, apakah kamu percaya, jika kita berdua adalah satu?"(1) "apa maksudmu? itu tak mungkin!"(2) "Maksudku, aku adalah kamu"(1) "tidak..."(2) "dan kamu adalah..."(1) "AKU!"(1) "ti dak mungkin..."(2) "AKU!"(1). . #silahkan dibaca
Todos los derechos reservados
#111
typo
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Pertemanan di balik Kutukan [On Going]
  • "THE KING"_(ongoing)
  • Villain Also Has A Reason [END]
  • Soul From The Past[END]
  • A Hundred Days Closer [On Going]
  • ASRAR [TERBIT]
  • Bukan Antagonis [END]
  • Rannia√
  • Terraciel World: Nyanyian Darah Tertua

🥀Cerita ini 100% karangan dari saya sendiri jadi mohon di hargain, jika memang tidak suka maka tidak usah di baca dan jika suka jangan lupa beri vote dan komen yaksss!!! ⚠️ INGAT DI LARANG PLAGIAT, COPY PASTE, MENIRU, MENJIPLAK, ATAU SEJENIS NYA. DON'T! Saya mungkin tidak tahu tapi allah tahu. Rintik hujan perlahan jatuh dari langit kelabu, tetesannya menimpa tanah kering dan retak, menciptakan lingkaran-lingkaran kecil yang segera lenyap bersama debu. Namun tak lama, langit seolah tak sanggup lagi menahan kesedihannya. Hujan turun semakin deras, membasahi tubuh seorang gadis yang berdiri diam di tengah kehancuran. Luka menganga di hampir seluruh kulitnya, darah mengalir perlahan, menyatu dengan air hujan yang mengalir di tanah. Namun ia tetap tak bergerak. Pandangannya kosong, tatapan hampa tanpa harapan, seolah jiwanya telah pergi jauh meninggalkan raganya yang lelah. Di sekelilingnya, dunia yang dulu penuh kehidupan kini tinggal puing dan arang. Tanah yang dulu dihiasi hamparan rerumputan hijau telah terbakar hingga hitam dan tandus. Pohon-pohon yang dulunya menjulang kokoh kini rebah, patah, dan hangus, tak menyisakan satupun daun yang selamat. Segala yang dulu indah, kini lenyap tanpa jejak, tersapu oleh sesuatu yang lebih kejam dari waktu, kehancuran yang tak memberi ampun. "Aku menghancurkan semuanya ... Aku seorang monster!" bisiknya lirih, dan setetes air mata mulai mengalir keluar dari ujung matanya, tak bisa dibedakan apakah itu air hujan atau air penyesalan. "Aku menyakiti orang-orang, aku membunuh orang tak bersalah ... Aku benar-benar seorang monster!" Air matanya menetes, bercampur dengan darah dan hujan. Dan dari bibir pucatnya, hanya satu kalimat yang terus berulang kali dia ucapkan, seperti sebuah mantra penyesalan yang tak berujung. "Maaf ... maafkan aku ... maaf ...." Dibuat : Rabu/13/April/2023 Selesai : ??? Written by :AYA_MNK ©hak cipta dilindungi Allah SWT

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido