Z A
  • WpView
    LECTURAS 1,121
  • WpVote
    Votos 15
  • WpPart
    Partes 5
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación jue, dic 21, 2017
Berpacaran. Apa yang kalian pikirkan saat mendengar kata tersebut? Berpegangan tangan? Berciuman? Morning kiss? Or Sex? Normal, isn't it? Tapi tidak dengan Za dan Zai. Mereka berpacaran, dalam artian hanya seperti dua orang anak tk yang sekedar surat menyurat dengan temannya. Tidak ada sentuhan, s a m a s e k a l i . Terparahnya, hanyalah toelan di bahu atau tarikan baju untuk memanggil. Selebihnya? You already know, N O . Namun, Za selalu terbiasa menelan bulat-bulat dengan kenyataan yang menderanya. Seiring berjalannya waktu, kebohongan Zai terbongkar. Za begitu terpukul mendengar alasan Zai yang menembaknya dengan sebuah tujuan. Dia seakan tertampar ke dunia yang kejam. Demi tuhan, dia telah memberikan hatinya untuk pria yang bahkan tidak pernah merasakan hal yang sama dengannya. Lalu, mereka berpisah. Kepribadian Za langsung bertolak belakang 180 derajat. Namun masih dengan beberapa bagian yang terjebak di masa lalu. Lost contact selama dua tahun, membuat mereka sama-sama merindukan masing-masing. Dan seakan takdir, mereka dipertemukan kembali dengan situasi yang berbeda dan penuh dengan kesalah pahaman. Apa mereka akan kembali dengan hubungan awal mereka? Atau menyerah dengan semua kenyataan yang diberikan? It's all abour KeyZA and ZAidan ships. Berlayar atau terdampar? Semuanya, didalam buku ini. Read and Vote. ZA ships wait for you. XOXO👑
Todos los derechos reservados
#82
relationshipgoals
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Remember Me As A Time of Day✅
  • Double Z
  • Kita Yang Gak Pernah Jadi. | CHANJIN ✔️
  • TRAPPED BY ERLANG'S LOVE
  • LINE OF DESTINY
  • All or Nothing
  • Breadcrumbing [END]
  • Misunderstand

Tidakkah kau rasakan waktu berlalu begitu cepat? Ia hampir saja membuatku melupakan satu hal yang paling menyakitkan tentang dirimu. Tentang kau yang tiba-tiba hilang seakan ditelan bumi. Tentang lenyapnya impian yang pernah kita rangkai bersama. Hidup bahagia dalam bahtera rumah tangga. Dan membangun sebuah keluarga kecil yang bahagia. Bahkan semua itu telah kita susun sedemikian apik dan terlaksana sesuai harapan. Namun ternyata kenyataan menamparku dengan kepergianmu. Kehidupan kita yang aku damba-dambakan sekarang hanya menjadi sebatas imajinasi. Sejak kepergianmu tak ada satu haripun yang aku lewati tanpa memikirkanmu Berulang kali ku paksa memoriku untuk memutar deretan hari yang kita lewati bersama kedua buah hati kita sebelum kepergianmu itu, berharap aku bisa menemukan jawaban atas semua pertanyaan-pertanyaan yang menghantuiku. Namun tak ada satupun dari rentetan kenangan itu yang menjawab kegelisahanku. Sampai akhirnya waktu, benar membuatku terbiasa. Mencoba menghapus semuanya meski seringkali dadaku sesak karena tangis yang tak bisa kulepas. Dan kini sudah dua tahun kisah kita berakhir tanpa kata pisah Dan takdir seolah mempermainkanku dengan mempertemukan kita kembali secara tidak sengaja Kau masih sama, tidak ada yang berubah Kau masih seperti sosok yang dulu membuatku jatuh hati Tapi yang membuatku terpukul adalah Tuhan merenggut ingatanmu.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido