Hidup atas belas kasihan orang lain, satu hal yang paling Bulan benci dari dunia ini. Maka dari itu, Bulan lebih memilih menyembunyikan penyakitnya dari semua orang, daripada orang-orang itu dekat dengannya karena kasihan.
Penyakit jantung yang dideritanya membuat Bulan harus hidup penuh kepura-puraan, memakai topeng yang berwujud keceriaan.
Tubuhnya lemah, fisiknya tersiksa, namun semua itu tidak dijadikan alasan untuk menyerah mengejar cintanya yang hanya menganggap Bulan tak lebih dari seorang 'cewek penggoda' yang harus Banyu hindari.
Ketika berjuang bukan lagi kewajiban, Hidup lebih lama bukan lagi harapan, kebahagiaan bukan lagi tujuan, akhirnya Bulan benar-benar berhenti, membiarkan Banyu bahagia bersama pilihan hatinya.
Namun.. Ada kalanya keadilan itu harus bekerja, supaya karma berwujud nyata. Semua penyesalan menghantam Banyu, menjatuhkannya, menghancurkannya, sampai menggapai apa yang dulu sangat dekat dengannya saja menjadi sesulit menggapai Bulan di atas sana.
Update : Rabu & Sabtu
Cover by : @shinchannie08
"Sekalipun hamil anak gue, lo pikir gue bakal peduli?"
Ucapan terakhir sebelum cowok brengsek itu pergi.
Gadis sebatang kara itu pun akhirnya berjuang sendiri melahirkan anaknya tanpa suami. Menjadi ibu tunggal bukanlah hal mudah, apalagi lambat laun sang anak selalu bertanya tentang keberadaan ayahnya.
"Mommy, Al selalu doa sebelum bobo. Diulang tahun Al yang ke 5 nanti, papa pulang terus bawain Al boneka dino."
Ibu muda itu hanya menangis, seraya memeluk anaknya. Lalu bagaimana jika ternyata sang ayah juga sebenarnya menginginkan Al.