Im not alone

Im not alone

  • WpView
    Reads 333
  • WpVote
    Votes 31
  • WpPart
    Parts 13
WpMetadataReadComplete Fri, Feb 3, 2017
semua murid di kelas riuh berbisik-bisik dengan teman sebangku.. tampan, cool, keren berbagai pujian yang aku dengar dari mereka membuat ku menatap menerawang kearah nya... tanpa sengaja dia melihat ke arah ku membuat ku tersentak kaget dan menunduk malu karna terpergok memperhatikannya. "hemm... kamu bisa duduk disana tsubasha-kun" kata sensei Miya mempersilakan duduk setelah menemukan kursi kosong di ujung baris paling belakang dekat pintu belakang kelas , terpisah lumayan jauh dari tempat ku duduk. *NB :setiap kelas memiliki 2 pintu keluar, di depan dan belakang* Kami mengikuti pelajaran dengan serius, bel tanda istirahat pun berbunyi.. seperti biasa murid pindahan baru akan menjadi mangsa buat anak-anak di kelas ini.. dia di kerumuni hampir semua anak perempuan dan laki-laki, pertanyaan demi pertanyaan bertubi-tubi diluncurkan..aku hanya melihat dari kejauhan memandangi dia yang di kerumuni, tak lama haruka menepuk pundak ku mengajak bergabung dengan anak-anak lain.. aku pun menuruti nya namun hanya ikut berbaris mendengarkan pertanyaan dan jawaban yg diluncurkan kearah Key. Jawaban nya masih sama seperti awal perkenalan didepan kelas, begitu singkat dan seadanya.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Di Antara Rumah yang Kosong
  • "Bisikan Senior di Lorong Sunyi"
  • Rapuh Lalu Retak (RLR)
  • No Longer Mate
  • Kelas A [End]
  • Diary Of Rain [END]
  • Effort 2 [ Completed ]
  • NYAMAN [Proses Revisi]
  • Kizu
  • Sosiologi Cinta (TAMAT)

- SETIAP RUMAH MEMILIKI KISAHNYA SENDIRI - Gue Dini Rahmawati. Cewek berusia 19 Tahun yang akan mengenyam dunia perkuliahan. Kampus gue yang berada di luar kota memaksa gue harus merantau dan meninggalkan kakak gue sendirian yang ada di kampung. Nggak sulit memang untuk mencari kost-kostan di kota besar hingga pada akhirnya gue memilih sebuah kost-kostan yang baru aja selesai dibangun. Gue menyukainya karena kebersihannya yang masih terjaga dan masih dalam harga yang murah. Dua minggu gue tinggal di kost-kostan ini. Gue mendapatkan seorang teman, tapi bukan teman dari satu kost, melainkan teman yang rumahnya persis di depan kost gue. Namanya Rachel Prasetya, dia masih duduk di bangku SMA dan berusia 17 tahun. Perkenalan gue dengan Rachel berujung cerita yang nggak pernah gue bayangkan sebelumnya. Rachel banyak bercerita tentang dua rumah kosong di samping rumahnya atau tepatnya di depan kost gue ini. Gue yang enggak percaya sama hal-hal begituan dan melihat rumah itu hanyalah rumah kosong biasa, akhirnya gue harus mempercayainya karena suatu hal yang baru pertama kali gue lihat dalam seumur hidup gue dan gue bakal tuangkan pengalaman mengerikan itu lewat cerita ini dan kalian pun harus mempercayainya, Karena mereka ada, mereka nyata. * Cerita ini sudah diperbarui (30/12/21) Dari tanda baca hingga pengolahan kata. * Cover cerita diperbarui (13/01/22) * Hak Cipta cerita berlaku. * Ikuti terus @imajinerku untuk update cerita terbaru. Ikuti juga instagramnya di (at) imajiner_id

More details
WpActionLinkContent Guidelines