UFOISME

UFOISME

  • WpView
    Reads 510
  • WpVote
    Votes 33
  • WpPart
    Parts 13
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Feb 3, 2017
Telah lama para alien itu menjadikan putiksari pohon spiritual sebagai inti dari tenaga hidupnya. Setelah sekian lama mencari, baru di tahun akhir tahun 2118 induk pohon itu mereka temukan yang ternyata masih tumbuh kokoh dan utuh di bumi, yaitu di Monas Jakarta. Pohon itu adalah Kalpata. Kalpata inti kehidupan para alien. Penemuan mereka didapat tidak secara kebetulan, tetapi atas undangan lewat penemuan ilmiah Mr. Angka Foo. Anggka Foo adalah seorang ilmuan dari Indonesia yang awalnya berhubungan dengan mahluk halus lewat ilham hasil bersemedi di tugu Monas. Setelah menemukan sinyal kosmis baru ia menciptakan sebuah alat yang bisa menghubungkan kehidupan di dunia dengan kehidupan mahluk asing. Tentunya Alien yang sekarang berdiam di atas monas itu tidak datang dengan gratis. Mereka bertukar teknologi Ufo dengan Mr. Angka Foo. Dengan imbalan Serbuk sari Pohon Kalpata. Teknologi-teknologi Alien itu lalu di akui sebagai penemuan Mr. Angka Foo. Sehingga penemuan-penemuan teknologi terkini oleh Mr. Angka Foo itu membuat wajah bumi jadi berubah. Teknologi ciptaan Mr. Angka Foo telah membuka tirai dimensi antara mahluk yang tidak terlihat dengan yang terlihat. Yang pada ujungnya dia telah membuat kesalahan besar dengan membuat semacam perjanjian dengan para alien baik yang ada di bumi maupun di angkasa raya.
All Rights Reserved
#138
dystopia
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Jumpa Dirinya (FIN)
  • 3141 : The Dark Momentum [Selesai]
  • WHISPERS IN THE DARK
  • Hana's Indigo (True Story) ( Repost Ulang Sampai Tamat )
  • LANGITKU BERWARNA KAMU
  • Serasah; Chanmin [ON GOING]
  • TUTWURIMAN
  • The Nightmare Stories (Completed)

Wikana Sastrodiredjo (Wika)--entah apa yang dipikirkan kedua orang tuanya, tatkala menamainya dengan nama salah satu pejuang kemerdekaan Indonesia yang namanya hampir terlupakan itu. Wikana yang pernah jadi bagian sejarah kemerdekaan Indonesia memang pada akhirnya dinyatakan menghilang. Namun, Wika si siswa SMA di selatan Jakarta--yang diam-diam menyukai sastra dan aksara, serta benda langit angkasa itu--jelas takkan pernah bisa hilang dari ingatan Dianita Kesara (Sara). Tiga tahun di SMA dan akhirnya untuk alasan yang tidak jelas, rasa ingin tahu Wika selalu hanya jatuh pada Sara. Sorot mata Sara adalah sorot yang saat pertama kali memandangnya, membuat Wika ingin mengisi sesuatu yang hampa dari gadis itu. Menjelang akhir masa SMA, dunia Sara kini tak sesepi biasanya, karena Wika mulai mendekat dan mengisi harinya. Namun, hal itu tak berlangsung lama, Sara mulai menjauh dan menutup lagi dunianya tatkala masalah pelik menghantam. Meski begitu, Wika tetap ingin peduli dan mendapati dirinya tenggelam dalam hasrat yang aneh--hasrat untuk bisa membuat gadis itu merasa lebih baik. Wika yang diingat Sara, adalah Wika yang selalu terpaksa ditempatkan di barisan paling belakang, karena tubuhnya terlalu tinggi. Wika yang diingat Sara, adalah Wika yang kala itu pernah meyakinkannya kalau rasa sepi tak boleh mengiringi rasa sakit. Wika yang diingat Sara, adalah Wika yang telah terlanjur membuatnya menduga, kalau dirinya sudah menemukan jendela hati yang baru. Wika yang diingat Sara, adalah Wika yang pernah membuatnya membatin, "Jumpa dirinya, tak pernah terasa se-mendebarkan itu." -:-:- Dipublikasikan di Jakarta pada 21 Desember 2020

More details
WpActionLinkContent Guidelines