Story cover for waiting by CheNda47
waiting
  • WpView
    LECTURES 2
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Chapitres 1
  • WpView
    LECTURES 2
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Chapitres 1
En cours d'écriture, Publié initialement févr. 03, 2017
entah sampai kapan aku harus menunggunya. setelah kudapatkan dirinya kini malah restu orang tuanya yang tidak kudapatkan. haruskah aku menunggu lebih lama dan berusaha lebih keras lagi untuk mendapatkan belahan jiwaku seutuhnya.
Aleron ilhyas

kenapa disaat aku merasakan benar-benar menyayangi seseorang harus mendapatkan cobaan seperti ini. kenapa harus restu kedua orang tuaku yang tidak kudapatkan. haruskah aku menyerah cukup sampai disini? apakah aku harus melupakannya? atau aku harus mempertahankannya.
Hiye Mi
Tous Droits Réservés
Inscrivez-vous pour ajouter waiting à votre bibliothèque et recevoir les mises à jour
ou
#598general
Directives de Contenu
Vous aimerez aussi
Mahligai Sunyi, écrit par AetherSerl
28 chapitres Terminé Contenu pour adultes
Novel "Mahligai Sunyi": Senja mulai menua di balik jendela kaca, membiaskan cahaya jingga yang merayap perlahan di sudut ruangan. Aku duduk dalam diam, menatap kosong pada cangkir teh yang tak lagi mengepul. Aroma melati yang biasa menenangkan kini terasa hambar di inderaku. Aku terjebak dalam pusaran pikiranku sendiri, menggenggam kenyataan yang pahit namun tak bisa kutolak. Aku pernah percaya bahwa cinta adalah tentang memilih satu orang, bertahan dengannya dalam segala cuaca, dalam segala luka. Namun, kini aku mengerti bahwa terkadang, cinta juga berarti kehilangan-kehilangan harapan, kehilangan rasa percaya, bahkan kehilangan diriku sendiri dalam labirin luka yang diciptakan oleh seseorang yang seharusnya menjagaku. Arion adalah cintaku, atau setidaknya pernah menjadi. Aku mempercayainya lebih dari yang seharusnya, mencintainya lebih dari yang pantas. Namun, cinta saja tidak cukup untuk mempertahankan sebuah rumah tangga. Tidak cukup untuk menghindarkanku dari rasa sakit yang berkali-kali ia hadiahkan. Tidak cukup untuk membuatnya berhenti mencari bahagia di tempat lain. Aku telah memaafkan, berkali-kali. Aku telah memberi kesempatan, hingga tak tahu lagi batas dari kata "cukup." Tetapi, sampai kapan aku harus terus bertahan? Sampai kapan aku harus mengorbankan kebahagiaanku sendiri demi menjaga sesuatu yang terus menerus hancur? Dan di sinilah aku, berdiri di persimpangan. Antara bertahan dengan luka atau pergi dengan sisa-sisa keberanian yang kupunya. Aku tidak tahu bagaimana akhir dari kisah ini. Yang kutahu, aku hanya ingin menemukan kembali diriku yang telah lama hilang.
Vous aimerez aussi
Slide 1 of 10
Mahligai Sunyi cover
This My Fault (Delya's love) cover
Meeting First Love cover
Let Me In (✔) cover
Because You Never Really Left  cover
Would You Be Mine? (COMPLETED)  cover
Crushing on you again cover
PEMILIK MATA ELANG cover
[BL] Hakikat Sebuah Cinta [AoKaga] cover
Destiny cover

Mahligai Sunyi

28 chapitres Terminé Contenu pour adultes

Novel "Mahligai Sunyi": Senja mulai menua di balik jendela kaca, membiaskan cahaya jingga yang merayap perlahan di sudut ruangan. Aku duduk dalam diam, menatap kosong pada cangkir teh yang tak lagi mengepul. Aroma melati yang biasa menenangkan kini terasa hambar di inderaku. Aku terjebak dalam pusaran pikiranku sendiri, menggenggam kenyataan yang pahit namun tak bisa kutolak. Aku pernah percaya bahwa cinta adalah tentang memilih satu orang, bertahan dengannya dalam segala cuaca, dalam segala luka. Namun, kini aku mengerti bahwa terkadang, cinta juga berarti kehilangan-kehilangan harapan, kehilangan rasa percaya, bahkan kehilangan diriku sendiri dalam labirin luka yang diciptakan oleh seseorang yang seharusnya menjagaku. Arion adalah cintaku, atau setidaknya pernah menjadi. Aku mempercayainya lebih dari yang seharusnya, mencintainya lebih dari yang pantas. Namun, cinta saja tidak cukup untuk mempertahankan sebuah rumah tangga. Tidak cukup untuk menghindarkanku dari rasa sakit yang berkali-kali ia hadiahkan. Tidak cukup untuk membuatnya berhenti mencari bahagia di tempat lain. Aku telah memaafkan, berkali-kali. Aku telah memberi kesempatan, hingga tak tahu lagi batas dari kata "cukup." Tetapi, sampai kapan aku harus terus bertahan? Sampai kapan aku harus mengorbankan kebahagiaanku sendiri demi menjaga sesuatu yang terus menerus hancur? Dan di sinilah aku, berdiri di persimpangan. Antara bertahan dengan luka atau pergi dengan sisa-sisa keberanian yang kupunya. Aku tidak tahu bagaimana akhir dari kisah ini. Yang kutahu, aku hanya ingin menemukan kembali diriku yang telah lama hilang.