Portal to Another Universe

Portal to Another Universe

  • WpView
    Reads 293
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 19
WpMetadataReadComplete Sat, May 20, 2017
"Kau belum tahu itu?" "Tahu apa?" "Tentang seluruh keluargamu?" "Tidak. Memangnya ada apa?" Sierra Mantis, seorang mahasiswi jurusan Biologi di salah satu Universitas di California mendapatkan perubahan yang sangat significant pada kehidupannya. Terlebih pada keluarganya yang sekarang ternyata sudah tak dimilikinya lagi. Dalam arti yang sebenarnya. Lalu bagaimana bisa Sierra menemukan sesuatu hal yang tak pernah dia hadapi sebelumnya? Dan bagaimana bisa dia bersahabat dengan seseorang seperti Philippinos - atau pacar seperti Jose - sementara ada dua orang lagi yang menginginkannya. Tunggu, ini bukan kisah cinta. Hanya catatan kecil seputar Sierra. Serta cintanya.
All Rights Reserved
#53
universe
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Terraciel World: Nyanyian Darah Tertua
  • Don't Forget Me, Please?
  • CARAKU MENDAPATKANMU
  • Moment: Moment, Time, End
  • NO ESCAPE ✓
  • RIVERSIDE (END-REVISI)
  • I [Never] Give Up On You a.k.a Jarak Antarbintang - [Telah Terbit]
  • Kaila's Choice: Stay Or Move On?

Varie melangkah ragu menuju aula utama. Matanya menyapu deretan kursi bertingkat yang tak terhitung jumlahnya. Mungkin ada ribuan, atau lebih. Belum pernah ia melihat aula sebesar ini. Jantungnya berdebar, antara gugup dan kagum. Ia menarik napas dalam-dalam, mencoba menenangkan diri. Pandangannya menyapu ruangan dan terhenti pada sepasang mata biru yang begitu familiar. Pemuda itu, Kael. Sosok yang kini lebih dewasa, namun tetap dengan tatapan tajam yang tak pernah berubah. Varie menahan napas, matanya sejenak membeku. Tidak mungkin, Ini bukan kebetulan, kan? Tentu saja itu Kael, meskipun dia tampak jauh berbeda dari yang ia ingat. Kael melangkah pelan ke arahnya. Langkah-langkahnya tenang, terukur. Bukan terburu-buru, tapi juga tidak ragu. Seolah jarak di antara mereka memang tinggal menunggu waktu untuk dijembatani. Kael berhenti tepat di hadapan Varie. Beberapa detik hanya diisi keheningan. Sorot matanya tetap tajam, tapi dalamnya menyimpan sesuatu yang sulit dijelaskan, rindu yang ditahan terlalu lama. "Varie." Suaranya pelan. Varie mengerjap pelan. "Kael" ujarnya, lebih kepada dirinya sendiri. Tubuhnya seolah butuh waktu untuk menerima kenyataan itu. Tatapan mereka bertemu. ----- Di antara konspirasi kekuasaan, sihir pemusnah, dan kebenaran yang terlupakan, mereka dihadapkan pada pilihan: Mengikuti jalan yang ditentukan atau Membentuk takdir baru bersama. Darah dan mesin. Jiwa dan sistem. Saat keduanya bersinggungan, dunia tak akan lagi sama.

More details
WpActionLinkContent Guidelines