Ada Cinta di Jogja

Ada Cinta di Jogja

  • WpView
    Leituras 8,496
  • WpVote
    Votos 333
  • WpPart
    Capítulos 22
WpMetadataReadMaduroConcluída sáb, mai 16, 2020
WpInfo
Ficção
Romance
Jogja adalah tempat pelarianku setelah kejadian menyakitkan itu aku alami. Kini aku ingin menghapusnya, selamanya. Termasuk kuliah di tempat ini. Aku tak menyangka pusaran takdir mempertemukan aku kembali dengannya. Pun, dengan kehadiran seorang lelaki yang akhirnya membuatku dilema memilih. Kembali ke mantan, atau masa depan. Lalu sebuah pesan dari seseorang datang. "Masa lalu itu cukup dikenang, bukan diulang." Kisahku kembali datang. Sepertinya dengan badai yang siap menerjang. Oke. Aku datang untuk kembali bertualang... ~Larasati Nugroho~ ~Renggo Aditya~ ~Fajar Setiadi~
Todos os Direitos Reservados
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Yogyakarta Mendarah
  • IZINKAN AKU MEMILIH [TELAH TERBIT]
  • Savero Archandra || Haechan || END
  • Patah Yang Parah
  • After Djingga (Completed)
  • Rindu adalah Kamu
  • JANJI DI TEPI SENJA  (SELESAI)
  • EDELWEISS : The Destiny Of Us
  • Destiny(Selesai)✔️
  • 2. Antariksa Berkelana [Completed]

❝Shakuntala, di penghujung harimu yang melelahkan, aku harap tanganku, bahuku, dan pelukanku akan menjadi tempat ternyamanmu untuk pulang. Tapi maaf jika di penghujung harimu yang lain, aku tak lagi bersamamu di sini. Kamu tahu, manusia itu datang dan pergi, kamu tidak bisa menahan mereka selamanya di bumi. Maaf, maaf karena pada akhirnya aku pamit undur diri dan perpisahan itu tidak dapat kita hindari lagi. Sampai jumpa di lain hari yang lebih indah, dengan senyum yang merekah lebih dari bahagia, Shakuntala.❞一 Maheesa Djayarinka Laskara Sastra. ❝Maheesa, setelah kamu pergi, Jogja dan semua tentangnya tak sama lagi. Tak ada pelukan hangat darimu lagi, tak ada genggaman erat tanganmu lagi, tak ada bahu bersandar untukku lagi, dan tak ada rumah paling nyaman untukku pulang lagi. Hingga di penghujung hariku tanpa kamu, ketika kisah kita tak lagi sehangat rengkuh, aku pernah berkata padamu, kita adalah satu. Maka padamu, pulangku menuju.❞一Shakuntala Dimitri Mandalingga. Kepada : semesta tanah Yogyakarta, buku ini menceritakan perihal kehilangan-kehilangan pilu, masa lalu yang menciptakan fana semu, dan reluk di penghujung rindu yang ingin menyatu. Tokohnya adalah dua frasa rumpang yang tak pernah rampung, menjadikan Yogyakarta sebagai kota yang berkabung. Selamat berlabuh di cerita Yogyakarta mendarah, kalian akan diperkenalkan kepada Maheesa dan enam temannya yang memiliki cerita berbeda-beda. Jangan lupakan Shakuntala, puan belahan jiwa, kalau kata Maheesa一Tuan Yogyakarta dan sejuta luka di hidupnya.

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo