Mirror
  • WpView
    Membaca 44,406
  • WpVote
    Vote 6,276
  • WpPart
    Bab 80
WpMetadataReadLengkap Rab, Des 26, 2018
[ Fantasy, Adventure, Magic & Minor Romance ] Mirror S1 + S2 Tadinya aku berpikir, negeriku begitu membosankan. Tadinya..., kupikir kedamaian di negeriku begitu memuakkan. Aku berharap terjadi kejahatan agar aku bisa menjadi seorang pahlawan seperti kedua orang tuaku. Namun pemikiranku tersebut seketika terpatahkan ketika aku bertemu dengan seorang pria misterius yang mengaku bernama Varghna. Dia menuntunku menyentuh skenario gelap yang seharusnya tidak pernah kumainkan. Menuntunku untuk menyadari bahwa aku bisa mempermainkan kematian dengan jemariku dan sedikit mantra sihir. Awalnya aku bahagia, hingga kusadar bahwa sebenarnya aku telah ditipu ke arah palung yang gelap tak berdasar. "Jika sejak awal kutahu bahwa menjadi seorang pahlawan rasanya begitu menyakitkan, maka aku tidak akan pernah berharap untuk menjadi itu." -Yuki Delirium "Yuki, berjuanglah meskipun itu tanpaku." -Natsu Rhitmero
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#19
wcaindonesia
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Ventiones Academy [REVISI]
  • FATE
  • Fix! UN1TY Nyebelin! [SELESAI]
  • THE OUTSIDERS [END]
  • JATORRA (Countryhumans)
  • The Exiled Queen (TAMAT) √
  • RESURGERE: The Andalas of Nusan [CH]
  • Tujuh Kelana (Novel - Tamat) [Wattys Award Winner]
  • The Midnight Bride [TAMAT]
  • TARGETNYA SALAH (TAMAT)

Aku hanya seorang gadis berumur tiga belas tahun yang biasa saja. Aku ini sama seperti yang lain. Jadi tidak ada yang istimewa dari diriku. Sampai .... "Selamat, Anda diterima di Ventiones Academy." Aku tak pernah mendengar ada academy semacam itu. Semuanya langsung berubah. Hidupku yang awalnya berwarna hitam-putih, berubah menjadi warna pelangi. Rasanya mataku sampai pusing melihat semua warnanya. Tidak bukan mata, tapi otakku. Oh, aku menyesal ketika kehidupanku sebelum ini aku kurang banyak bersyukur. Aku ini masih tiga belas tahun. Tapi kenapa kejadian yang kualami di luar batas umurku? Sebentar, di luar batas bukan berarti seperti adegan dewasa! Maksudku seperti peperangan? Pembunuhan? Baiklah, aku sepertinya sudah gila. Aku jadi iri dengan remaja normal seperti kalian. **** Cerita ini murni dari pikiran saya sendiri. Karena saya selalu berkhayal yang tidak logis, jadi saya lampiaskan ke dalam cerita ini. Jika ada kesamaan nama dalam cerita ini, itu artinya kebetulan. Vote? Baca aja dulu! Nggak vote juga gpp. Asalkan sudah dibaca ceritanya dan sudah ditaruh di perpustakaan kalian. **** ⛔Lagi tahap revisi. Jadi jangan terkejut jika ada perubahan kata atau chapter secara tiba-tiba

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan