ARKara : Hey Dad, Where are you?

ARKara : Hey Dad, Where are you?

  • WpView
    Reads 1,309
  • WpVote
    Votes 46
  • WpPart
    Parts 14
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Aug 26, 2014
Kara adalah gadis biasa saja, mungkin. Wajahya cantik dan otaknya encer. Ia juga punya ayah yang luar biasa tampan dan sahabat-sahabat luar biasa unik. Namun, kehidupannya yang normal berubah menegangkan. Dan, semuanya semakin menggila ketika ada sebuah dunia lain yang harus dikunjungi.
All Rights Reserved
#351
anotherworld
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Cermin Ke Dunia Aetheria
  • Starlight Academy
  • Become An Antagonist (END)
  • Another World [Ending]
  • Miracle Planet - Kekuatan Kristal Elemen
  • TRAPPED IN THE FRIENDZONE [ENDING]
  • Belle Shire
  • Nightmare [Completed]
  • Throne For The King

Raina, gadis 16 tahun dengan rambut sebahu dan tatapan selalu penasaran, berdiri terpaku di depan rumah tua yang diwarisi dari neneknya. Bangunan itu berdiri seperti bangkai raksasa di tengah desa kecil bernama Windmere, penuh dengan tanaman rambat dan cat yang mengelupas. Tapi yang paling menarik perhatian Raina bukan dindingnya, melainkan cermin besar di loteng, berbingkai perak dengan ukiran aneh seperti simbol bintang, mata, dan akar pohon. "Aneh... kenapa cermin ini dingin sekali, padahal lotengnya panas," gumam Raina, meletakkan tangannya di permukaannya. Begitu jari telunjuknya menyentuh simbol di sudut kanan atas, udara di sekitarnya bergelombang. Cermin itu bersinar lembut biru, dan permukaannya mulai berputar seperti pusaran air. Sebelum Raina sempat mundur, sebuah suara terdengar di dalam kepalanya: "Pewaris Cahaya, waktumu telah tiba." Dan dalam sekejap, tubuhnya tersedot ke dalam pusaran itu. Raina terjatuh di atas rerumputan ungu dan langit jingga - dunia asing yang tampak seperti mimpi dan mimpi buruk bersatu. Makhluk bersayap perak melayang di udara. Pohon-pohon berbisik. Di kejauhan, berdiri sebuah menara kristal yang memancarkan sinar ke langit. "Selamat datang di Aetheria," kata seorang anak laki-laki sebaya yang tiba-tiba muncul di sampingnya. "Kami sudah menunggumu selama dua abad."

More details
WpActionLinkContent Guidelines