Brother Zone(Tahap Revisi)

Brother Zone(Tahap Revisi)

  • WpView
    LECTURAS 25,745
  • WpVote
    Votos 1,056
  • WpPart
    Partes 23
WpMetadataReadConcluida mié, dic 25, 2019
Judul Awal 'Aku Mencintaimu apa Adanya Kamu' Cerita tentang Ilham yang mulai menyukai Azlina dan Sezla yang sudah menyukai Ilham hampir sepanjang hidupnya, dan Iqbal yang ternyata juga menyukai dia hampir seumur hidupnya. "Terima kasih kamu mau menerimaku yang penuh kekurangan" Ilham Gamello Zacher. "Semoga kamu bahagia dengan apa yang menjadi pilihanmu" Sezla Azaleya Agenta. Gimana lanjutanya? Silahkan mampir aja :)
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Vericha Aflyn ✔️
  • ALKANTARA || END || Belum Revisi
  • Favorite Wound
  •  Tunggu Aku Dirumahmu Ukhti
  • ANANTA [COMPLETED]
  • BULAN [END]
  • Be with you
  • ADYRA
  • YOU [CJR'S Story]
  • KIARILHAM【END】

#Judul awal 180 degree.# Vericha Aflyn. Perempuan yang akan menginjak usia 17 tahun, dalam beberapa bulan lagi. Dia bukan perempuan yang haus akan popularitas, bukan pula perempuan polos. Dia hanya perempuan biasa-biasa saja, dengan kisah yang tak biasa. Dia hanya perempuan biasa, yang mendambakan bahagia. Orang baru dan cerita baru, menghiasi hari-harinya. Tuduhan, siksaan, dan cibiran ia dapatkan. Mampu kah dia bertahan? Atau harus menyerah dengan keadaan? ---------- "Jangan pergi! Ini perintah, bukan permintaan!" Icha kembali menutup matanya, membuat air mata yang tertahan di pelupuk matanya terjatuh. Dadanya semakin terasa sesak, mungkin kah dia bisa bertahan? "H-hanya sebentar!" pinta Icha dengan lemah. "Lo harus janji, bakalan bangun lagi!" Setelah itu Icha hanya mengangguk, lalu bersandar di dada Isan. "Lo y-yang harus bangunin gue." Isan mengelus rambut Icha lembut, hati Isan terasa di cubit, saat dia dapat mendengar suara nafas Icha yang teratur. Isan meraih tangan kanan Icha, dan langsung menempelkan di dadanya. Mencoba memberi tahu Icha, tentang keadaan hatinya. Tak berselang lama, Isan di buat terkejut. Debaran jantungnya terasa berhenti, dengan nafas yang tercekat. Tangan Icha jatuh begitu saja di pahanya, nafasnya pun terputus-putus. Isan menggelengkan kepalanya dengan air mata yang sudah bercucuran. Dia dekap erat tubuh Icha, menahannya agar tak pergi. Matanya menatap hamparan bintang, dan indahnya bulan. Memohon keajaiban, dan meminta kesempatan. Isan berteriak lantang, menyerukan nama Icha. Memanggilnya untuk kembali. "ICHA!!"

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido