AKU DAN ALAM KU PAPUA

AKU DAN ALAM KU PAPUA

  • WpView
    Reads 37
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Feb 5, 2017
WpInfo
Fiction
Action and Thriller
Di bawah pohon susu, angin malam bertiupan seakan mengigatkan waktu makin gelap, jarum jam berlomba - lomba mengejar angka dalam putaran waktu, seekor anjing berbulu kristal bermain di sekitar parkiran motor dan menghilang di antara bungga - bungga angrek, irama musik papua menemani malam membuat suara jangkrik yang dekat terasa jahu, di atas parah - parah coklat kayu besi, semua orang terlihat sibuk dengan kesibukan masing - masing, bercerita soal cinta yang tidak ada kesimpulannya.. Lagit pun makin gelap, pertanda dalam hitungan jam lagi akan turun hujan, walalupun menunggu itu tidak menyenangkan namun, kenyaman merengut rasa bosan dalam kekuasaan angin dan dingin... Beginilah cara kita bercinta dengan alam.. Saat adh kebersamaan..pasti ada Ispirasi yang tumbu untuk di jadikan tuliskan... Cerita ku bersama mereka Di jayapura Singkat padat dan jelas
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Dark Tales From Deep In The KEBUN DJENGKOL (TAMAT)
  • SINGASARI, I'm Coming! (END)
  • Hantu Naci Piuu! [END]
  • Prambanan Obsession (END)
  • [LS1] RAINEESME (Completed)
  • Silent, Please! (Re-up)
  • Lain Dunia (Tamat)

(BASED ON TRUE EVENT) **** Ini adalah kisahku saat mengikuti perkemahan PMR Regional provinsi. Dimana lokasi yang ditempati merupakan tempat pembantaian terbesar PKI dimasanya. Kisah kelam korban di masa lalu membentuk entitas kengerian ditempat itu. Sosok-sosok yang masih tak terima saat dibantai karena ketidakadilan memenuhi lokasi area bekas Belanda tersebut. Disini mereka menanti. "Kebun Djengkol". **** BRAKKK... Tiba-tiba pintu itu menutup dengan sendirinya. Spontan aku yang kaget langsung berlari menjauhi. Ketika melewati tembok jalan keluar bilik kamar mandi, aku tak sengaja menabrak seseorang. "Cuk!!!" Awalnya pemuda itu sempat marah, namun ekspresinya berubah saat melihat wajahku yang sudah pucat pasi. Aku pun bengong sepersekian detik. Bukan, bukan karena terpesona melihat wajah orang tampan layaknya adegan film-film romantis remaja. Namun aku berusaha menenangkan diri dari sisa ketakutan. Pemuda itu menatapku dengan ekspresi yang susah dimengerti. "Kamu nggak apa-apa?" tanyanya kemudian. "Nggak apa-apa. Maaf nggak sengaja nabrak". "Kenapa? Habis liat hantu ya?" "Ah ituu ..." "Kuntilanak ma setan bocahnya masih ngeliatin kamu tuh." Ucapnya santai. Dadaku kembali berdegup kencang sambil mengumpat lirih. Kini aku ganti memandangnya lekat. Dan pemuda itu membalas reaksiku dengan menyipitkan mata. "Apa?" Tanyanya kemudian. "Kamu bisa liat kan 'mereka' kan?" "Liat apa?" Aku sedikit melangkah mendekatkan diri sembari berbisik "Demit" Pemuda itu sempat terbahak. Lalu tiba-tiba menjulurkan sebelah tangannya. "Aku Aji." ****

More details
WpActionLinkContent Guidelines