AKU DAN ALAM KU PAPUA

AKU DAN ALAM KU PAPUA

  • WpView
    Reads 37
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Feb 5, 2017
Di bawah pohon susu, angin malam bertiupan seakan mengigatkan waktu makin gelap, jarum jam berlomba - lomba mengejar angka dalam putaran waktu, seekor anjing berbulu kristal bermain di sekitar parkiran motor dan menghilang di antara bungga - bungga angrek, irama musik papua menemani malam membuat suara jangkrik yang dekat terasa jahu, di atas parah - parah coklat kayu besi, semua orang terlihat sibuk dengan kesibukan masing - masing, bercerita soal cinta yang tidak ada kesimpulannya.. Lagit pun makin gelap, pertanda dalam hitungan jam lagi akan turun hujan, walalupun menunggu itu tidak menyenangkan namun, kenyaman merengut rasa bosan dalam kekuasaan angin dan dingin... Beginilah cara kita bercinta dengan alam.. Saat adh kebersamaan..pasti ada Ispirasi yang tumbu untuk di jadikan tuliskan... Cerita ku bersama mereka Di jayapura Singkat padat dan jelas
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Misteri- US
  • Our greatest world Papa chap.2
  • Dark Tales From Deep In The KEBUN DJENGKOL (TAMAT)
  • TARGETNYA SALAH (TAMAT)
  • Tolong, Aku Masih di Sini
  • MALIKA
  • Cahaya Gemintang (CH!Indonesia)
  • Silent, Please! (Re-up)
  • [LS1] RAINEESME (Completed)

Suatu hari kita dipertemukan oleh hujan, di bawah hujan, kita saling pandang. Kau ibarat payung, membuatku merasa teduh setiap kali dingin mengigilkan. Kita adalah sepasang rindu tanpa ikatan. Seringkali aku membatin, haruskah ku tanyakan perihal rasamu, mengapa kau selalu ada memenuhi segala kebutuhanku. Tuhan teramat baik. Tanpa waktu yang lama, kita akhirnya dipertemukam lagi, kali ini pertemuan yang sangat romantis. Kau memintaku menjadi pendamping hidupmu. Aku merasa beruntung, masih bernafas hingga detik ini. Tidak secuilpun, bahwa hidup bersamamu akan menjadi sebuah kenyataan. Lagi - lagi Tuhan teramat baik, dia berikan aku kesempatan membina keluarga sederhana bersamamu, bukan lagi hujan yang menciptakan romantisnya, namun pelukanmu adalah sebuah keromantisan yang setiap saat ku rasakan. Baru sejenak, karena Tuhan begitu sayang kepadaku. Sepulang dari Honeymoon, Tuhan menguji dengan perpisahan kita setelah honeymoon yang terasa begitu manis. Ingin ku sesali hari itu, andaikan saja begitu bathinku selalu bersuara. Namun, aku tidak ingin menjadi manusia yang tidak tahu diri. Sekarang aku hanya bisa mengikhlaskan, sembari menunggu benihmu yang tumbuh di perutku bisa menatap dunia. Aku tak sanggup lagi membaca deary yang ku pegang saat ini, yang ternyata adalah deary ibuku sendiri. Perlahan semuanya berlalu. Aku kehilangan arah dan tujuan. Semua berubah, kehidupanku. Hingga pada akhirnya, aku tersadarkan. Bahwa tidak ada surat ibu ke koran, tiada deary, tidak ada ibu angkat yang jahat, juga tidak ada kisah cintaku bersama Alex. Orang yang ku benci selama ini adalah ibu, perempuan yang melahirkanku. Perempuan yang masih bisa menatapku dengan penuh cinta, disaat suaminya, Ayahku. Harus meregang nyawanya karenaku. Semua ulahku, andai saja aku mendengarkan permintaan ibu untuk tidak menjalin hubungan dengan Arkan, ini tidak terjadi. Pasien skizofrenia ! Aku melangkah gontai, mengikuti langkah kaki perawat yang memanggilku.

More details
WpActionLinkContent Guidelines