We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Dans Le Train

Dans Le Train

  • WpView
    Reads 18
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Feb 5, 2017
WpInfo
Fiction
Romance
"Perjalanan singkat ini membawaku padamu. Mungkin takdir memang sengaja mempertemukan kita, tapi takdir juga begitu tega memisahkan kita."- Alethea Talisha "Seperti setiap pertemuan yang selalu diikuti perpisahan, kita berpisah hari itu. Kini aku melihatmu sebagai sebuah kenangan manis yang akan selalu ku kenang dalam setiap waktu." Mungkin ini memang bukan cerita yang kalian cari, bukan salah satu cerita favorit kalian pula. Tapi setiap aku menuliskan kisahnya, aku merasa dia disini. Bersamaku. Menemaniku dalam setiap kata yang kutulisankan. Bahkan kini dia tersenyum manis seperti senyumnya 2 tahun yang lalu.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kamu [SELESAI]✔
  • Cerita Tentang Kita
  • SalFlo
  • My Destiny (Complete)
  • Antara Jarak Dan Waktu
  • Love In Paris (COMPLETED)
  • KITA BERBEDA (antara Aku, Kamu, dan Tuhan)
  • ALWAYS TOGETHER
  • ADEUS

Tak ada yang tak mungkin di dunia ini. Sepucuk kertas yang kutulis dengan torehan tinta sederhana mampu merubah kenyataan hidupku. Aku selalu dan akan selalu percaya akan takdir yang Allah gariskan untukku. Kuharap, esok nanti dirimu masih sama seperti hari ini. Aku tahu, dan aku menyadari siapa diriku ini. Hanya gadis sederhana yang mencintai seorang lelaki berparas rupawan. Sungguh, karena Allah-lah aku mencintainya. Lucu mungkin? Orang sepertiku mencintai sosok hampir sempurna sepertinya. Hingga berjalannya waktu yang tak terasa. Seperti hembusan nafas yang tidak kalian sadari, aku mulai dekat. Selalu nyaman, dan selalu ingin membuatnya bahagia. Namun, sebuah kenyataan pahit mengantarkanku hampir ke titik terendah dalam hidupku. Takdir yang kupercayai membuat diriku hidup seolah-olah tak ada kebahagiaan lagi setelah itu. Tapi, perasaan ini masih tersimpan jelas meskipun kamu membenciku. Kamu? Ya, Kamu. Kalau penasaran yuk baca aja gratis kok tanpa dipungut biaya hehe;')

More details
WpActionLinkContent Guidelines