We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Love Between A Wall

Love Between A Wall

  • WpView
    Reads 70
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Mar 22, 2017
WpInfo
Fiction
Romance
Afiq Daniel atau Danny seorang remaja berusia 16 tahun yang dibesarkan oleh ayahnya, Darwisy. Sejak usianya 11 tahun lagi, dia sudah tidak merasakan kasih sayang seorang ibu akibat ibunya Amelia diserang kanser rahim. Natasha Nicole adalah seorang gadis berusia 24 tahun yang juga pelajar kepada Darwisy. Apabila Darwisy melamarnya sebagai isteri, Natasha terus bersetuju dengan lamaran pensyarah tersebut. Tanpa mereka sedari bahawa kuasa cinta akan menemukan mereka walau akan ada halangan maha dahsyat yang akan memisahkan mereka... Bolehkah anak tiri mencintai ibu tirinya sendiri???
All Rights Reserved
#15
cintaterhalang
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Rindu Dalam Doa
  • Isteriku Si Queen Selfie ✔
  • Cikguku Crushku
  • MORE THAN FRIEND (✔️)
  • Awak Ada Saya!
  • Terima Kasih Derita [TERBIT]
  • Hayden Zafran [OG]
  • An Unfulfilled Goodbye [COMPLETED]
  • Istimewa Kasih Sayangmu [Complete]

Dhiya Raihanah, gadis berumur 14 tahun yang manis, pendiam dan sangat mencintai Al-Quran, baru mendaftar di sebuah Maahad Tahfiz ternama atas dorongan ayahnya yang mahu melihat anak gadisnya menjadi hafizah. Walaupun masih muda, Dhiya punya jiwa yang matang dan lembut, sering menenangkan hati orang sekeliling dengan kata-katanya yang tenang dan penuh hikmah. Di situ, dia bertemu dengan Muhammad Darwisy Hakim, pelajar senior berumur 17 tahun yang terkenal dengan akhlaknya yang baik, suara merdunya saat mengalunkan ayat suci, dan ketegasannya dalam menjaga adab. Dia sering ditugaskan untuk membimbing para pelajar baru dalam halaqah hafazan. Pertemuan pertama mereka berlaku secara tidak sengaja, ketika Dhiya tersesat dalam perjalanan ke musolla. Darwisy yang sedang membaca Al-Quran menegurnya dengan sopan dan menunjukkan arah. Sejak itu, perasaan halus mulai tumbuh dalam diam - bukan cinta nafsu, tapi kekaguman yang membuahkan rindu yang suci. Namun, mereka sama-sama menjaga batas. Segala rindu dan perasaan hanya disimpan rapi dalam hati dan diluahkan melalui doa kepada Allah. Setiap malam, Dhiya menitipkan nama Darwisy dalam tahajudnya - bukan untuk memiliki, tapi untuk kebahagiaannya di dunia dan akhirat. Darwisy pula mula menulis diari perasaannya, agar tidak melampaui batas syarak. Konflik muncul bila Dhiya hampir dipindahkan ke sekolah biasa atas sebab kewangan keluarga, manakala Darwisy akan tamat belajar dan menyambung pengajian ke Timur Tengah. Mereka tidak pernah meluah perasaan secara langsung, tapi hati mereka tahu - mereka saling mendoakan dari kejauhan. Akhirnya, mereka berpisah... tapi bukan dalam kecewa. Mereka berjanji dalam hati, jika benar ini cinta yang Allah restui, mereka akan bertemu lagi di waktu yang lebih layak - bila hati dan diri sudah bersedia sebagai pasangan halal.

More details
WpActionLinkContent Guidelines