Airlangga

Airlangga

  • WpView
    Reads 151
  • WpVote
    Votes 61
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Nov 28, 2019
"Astaghfirullah Airin" Merasa namanya dipanggil, Airin pun menoleh ke sebelah kiri dan mendapati sesosok laki-laki dengan celana training dan kaus abu abu itu sedang menatapya dengan pandangan kaget, melihat pemandangan yang berada di depannya. "Eh hehe" Airin menggaruk tengkuknya yang tidak gatal itu, dan menurunkan tangan kanannya yang berada di atas mulutnya. "Kamu ngapain sih?" Tanya Langga dengan raut terkejut melihat kelakuan gadis di depannya ini. Gadis di depannya hanya cengar cengir kikuk sudah ketahuan apa yang sedang di lakukannya. Bagaimana Langga tidak kaget? bayangkan saja tadi Airin sedang meminum susu ah bukan meminum lebih tepatnya, karena itu adalah susu kental manis atau susu kaleng. Dan kania barusan mencobanya dengan langsung di kemulutkan sambil menganga dan menaruh susu kaleng diatas mulutnya yang ia pegang. Berusaha agar susu kental yang di dalamnya dapat keluar langsung turun ke mulutnya tanpa perantara.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ALAGAM (SELESAI❤️)
  • Living with Brothers  [TAMAT]✓
  • Ukhti Khilaf
  • TERJERAT CINTA TUAN POSESIF (TAMAT)
  • Pieces of Light
  • Friendlove
  • MY HOPE IS YOU (END)
  • Pin On Top (Sudah Terbit)
  • Between (On going)
  • LOVE DEADLINE (END)

Ini kisah tentang tiga anak remaja yang masih SMA. Ada Aira sebagai pacar Alan dan ada Agam sebagai sahabat Alan. Aira adalah gadis beruntung yang memiliki dua penjaga, ada Alan sebagai pacarnya dan Agam sebagai sahabatnya juga. Tidak jarang Aira pergi bersama Agam atas keinginan Alan. Lelaki itu selalu mengandalkan sahabatnya jika ia tidak bisa mengantar Aira. Agam yang sudah bersahabat dengan Alan sejak SD diam-diam menyukai Aira. Pacar sahabatnya sendiri. Agam tahu perasaannya ini salah. Bukan di waktu, tempat, atau orang yang tepat. "Gam. Nanti gue juga mau repotin lo lagi untuk bantu gue ngehias ruangan itu." Ujar Aira sambil terus memindah file ke dalam flashdisk. Sambil menunggu Aira kembali menatap Agam. "bisa kan?" "apapun gue bisa lakukan buat lo, Ay." Ujar Agam sambil menatap mata Aira lekat-lekat. Aira memandang Agam dengan gemas. Tangannya tergerak mencubit kedua pipi lelaki itu saking gemasnya. "eeummm baikk nya Agam sama gue." Ucap Aira dengan nada manja khas gadis itu. Setelah Aira melepas cubitannya di wajahnya. Agam masih terus memandang gadis disampingnya. Rasanya untuk beralih menatap yang lain tidak lah penting bagi Agam. "kalau gue suka sama lo gimana, Ay?" Aira langsung menoleh pada Agam seketika.

More details
WpActionLinkContent Guidelines