We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Diary Mahabbah

Diary Mahabbah

  • WpView
    Reads 135
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadComplete Thu, Apr 16, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Sebuah Diary, menyimpan kenangan bagi siapa saja yang menulisnya. Cerita-cerita masa lampau itu, tidak lekang oleh zaman. Begitu pula yang dilakukan Ikram, membaca seluruh tulisan masa lalunya tentang sesosok yang pernah ada didalam hatinya. Hasilnya, tidak hanya kenangan, barangkali juga yang jauh disana sedang memikirkan dirinya. Simak Ceritanya
All Rights Reserved
#35
mahabbah
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Rinai
  • Hopeword : The Dreams
  • should we be together?
  • Story Of School
  • Love you secretly 💙
  • Putih Biru Dongker [END]
  • 𝓙𝓮𝓳𝓪𝓴 𝓚𝓮𝓷𝓪𝓷𝓰𝓪𝓷 𝓭𝓲 𝓤𝓳𝓾𝓷𝓰 𝓢𝓮𝓷𝓳𝓪
  • tentang dia
  • Humoris Atau Romantis (END)
Rinai

Kau tidak akan pernah tau, apa arti dari "maaf" dan "penerimaan" jika kau tak mengalaminya sendiri. Apakah maaf mudah untuk diberikan? Dan apakah menerima kesalahan mudah untuk dilakukan? Terkadang manusia terlalu sombong. Berlagak seolah semua bisa dia lakukan, namun ternyata semua itu hanya menjadi perasaan yang tersimpan dalam diri, bahkan siap lepas kendali kapan saja. Kau pun tak akan pernah tau bagaimana rasanya "cinta" tanpa kau rasakan sendiri. Cinta, yang terkadang menoreh luka tapi juga menyembuhkannya. Cinta, yang membuat banyak orang tertawa tapi tak jarang orang menangis karenanya. Dan cinta, yang menghadirkan sabar namun terkadang juga harus berakhir dalam ikhlas. Ini hanya cerita yang dibersamai oleh Rinai. Rintik sang hujan, menggenang bersama ribuan memori yang jatuh bersamanya. --------------------------------------- "Aku hanya ingin melepaskan belenggu hatiku. Karena itu, disini aku berkata jujur padamu. Aku menyukaimu, bahkan sejak lama." "Kau tidak tau tentangku, tidak tau kondisi ku. Aku buruk. Aku hina. Bahkan untukku sendiri, aku masih berusaha sangat keras untuk menyadari betapa menyedihkannya aku! Jadi mana mungkin bagimu untuk bisa menyukai seseorang seperti aku!" "Aku tau tentang dirimu, kondisimu, masa lalu mu, tapi perasaanku kepada mu tidak berubah. Aku mencintaimu. Dan jangan buat dirimu terjebak dalam ilusi yang kau buat sendiri. Lihatlah sekitarmu, banyak orang yang menyayangi mu, bahkan aku! ... Jadi, maukah kau membersamai aku di setiap langkahku kelak? Maksudku, maukah kau menikahiku?"

More details
WpActionLinkContent Guidelines