We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Irreplaceable

Irreplaceable

  • WpView
    Reads 167
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Dec 24, 2013
WpInfo
Fiction
Romance
The brain does the thinking, but the heart knows more about love than the mind can ever comprehend. Aku bingung antara gugup, malu dan berharap cowok itu membalas pesan singkat dari nomorku. Tapi dengan santai cowok itu mengedarkan pandangannya kebelakang lalu berhenti ke arah kami yang terlihat jelas sedang mengamatinya, pandangan mata kami bertemu, astaga mata coklatnya itu indah sekali, untuk beberapa detik ia berhasil membuatku tidak berkedip tetapi ia tidak menunjukkan ekspresi apapun lalu kembali tenggelam dengan ipod nya dan tidak memperdulikan handphonenya
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • My Little Monster - Completed
  • Arsyilazka
  • AIRIS
  • Silent Heart!
  • KEYNANDO™ ✔
  • DikaRanggi
  • ATASANKU [ON GOING]
  • Di Balik Kacamata [END]
  • baby boy

Mata itu tiba-tiba terbuka dan menatapku. Langsung ke manik mataku. Aduh, copot deh ini jantung. Tali mana tali, buat ikat jantungku biar nggak jatuh. Hiks tolong.... "Kamu jangan pergi, temani aku disini," ucapnya pelan lalu memejamkan matanya lagi. "Hah? Mm... iya," gumamku sambil mengangguk pelan, meski ia tak melihatnya. "Kakak kenapa mabuk?" tanyaku memastikan apa ia bisa di ajak berbicara dengan normal. Lagi pula orang mabuk biasanya akan berkata jujur. Ku pikir dia ada masalah, meski jahat sih jika mendengar curhatan orang yang sedang mabuk, sedangkan aslinya ketika sadar ia akan memusuhiku lagi. Ilsya hanya tersenyum dalam tidurnya. Lantas tak lama bibirnya tiba-tiba melengkung kebawah, terlihat cemberut. Aku nyaris tersedak liur menahan tawa melihat ekspresi wajahnya yang dapat berubah-ubah dengan sendirinya. "Aku nggak suka liat kamu dengan orang lain." Jawabnya dengan raut wajah yang masih sedih. WHAATT?!! Ng-nggak suka, aku dengan yang lain? Sialan Monster ini, meski dalam keadaan mabukpun dia masih bisa membuatku grogi. "Maksud kakak apa?" tanyaku penasaran. "Aku suka kamu, bodoh!" jawabnya lantang, terdengar jelas di telingaku. Jedaaaaaaar...... Siapa yang sangka jika cinta bisa hadir dari rasa benci, dari caci, dari maki. Hinggi bersemi dalam hati tanpa bisa dipungkiri. Cinta ya cinta, tak memandang status, tak mmandang harta, derajat, ras, agama, dan jenis kelamin. Jika cinta telah menancapkan panahnya, siapapun takkan mampu menampiknya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines