The Curse Of Old Mirror

The Curse Of Old Mirror

  • WpView
    Leituras 51
  • WpVote
    Votos 14
  • WpPart
    Capítulos 3
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização sáb, nov 3, 2018
WpInfo
Ficção
Mistério
Tanganku seakan bergerak sendiri, saat gumpalan itu melanda. Detik berikutnya tanganku bergerak, nyaris menembus jantung nya. Ya. Nyaris karena untungnya aku berhasil melawan gerakan tangan itu. Tepat di atas bahu Akihiko-kun. Nyaris menancap di jantungnya. Wajah Akihiko-kun pucat pasi, aku segera menarik pecahan kaca itu menjauh dari nya. Akihiko-kun mengerang kesakitan, bahunya bersimbah darah segar, terluka akibat tergores hantaman pecahan kaca itu. " Akihiko-kun... maaf.. a-aku tidak se-sengaja" .... AKU TIDAK SENGAJA MANA MUNGKIN AKIHIKO-KUN MEMPERCAYAI ITU! Aku jelas-jelas menghujamkan benda tajam itu ke arah nya. Darah dibahunya merembes keluar. Itu jelas-jelas luka yang parah "Aku mengerti.... " katanya terengah, "Ini... untuk, menembusnya.... kar-karena aku telah.. menyerangmu" TIDAK Itu tidak sebanding "Kazue... Lari" EEH? "Kumohon.. Lari. Lari untuk ku. Lari dariku! Sejauh mungkin! " suara Akihiko-kun naik oktaf, "Sebelum.. aku- ugh" Akihiko-kun mengejang. pukul 00.00 tepat. Dini hari, 13 Desember . . . . . Aku tidak sempat lari. Tidak sempat menjerit. Akihiko-kun menyerang. aku menghantamkan sesuatu, Aku tidak tahu apa yang terjadi selanjutnya. Gelap... Mata merah itu... Apa benar milik Akihiko Koichiro?
Todos os Direitos Reservados
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Diary Of Rain [END]
  • Just You
  • Naruto : Protect To Recovery
  • Entwined by fate || BXB
  • CENGKRAMAN DIRGA'S
  • In The World Jujutsu Kaisen 0
  • Naruto : Punishment By Branding
  • CRAZY GIRLS: CROSSOVER YANDERE HAREM
  • Royal Blood Vampire
  • The Chance

Aku beringsut berdiri dan berniat meninggalkan kamar ini secepatnya. Tapi tanganku dicekal olehnya dan langsung ku sentak dengan keras hingga terlepas. "Rain..." panggil Lano namun tak berniat ku hentikan langkah ini ataupun menoleh kebelakang. Namun ketika menyentuh kenop pintu, dua lengan kekar memelukku dari belakang. "Jangan pergi" hembusan nafas yang terasa panas menerpa kulit leherku yang terbuka. Aku memberontak dan memukul-mukul tangannya yang melingkar diperut "Lepas! Lepaskan!!!" teriakku dengan suara parau Bukannya melepas, Lano semakin mengeratkan pelukannya. Tenagaku terkuras habis, sebanyak apapun tenaga yang ku keluarkan untuk lepas dari kukungannya hasilnya tetap sama. Aku masih dalam dekapannya. "Aku benci kau Lano..." Pandanganku memburam seiring mata yang tertutup. Akhirnya aku menyerah dalam pelukannya. Disisa kesadaran aku mendengar suaranya yang nyaris seperti bisikan. "Maaf..."

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo