Believe

Believe

  • WpView
    Leituras 31
  • WpVote
    Votos 1
  • WpPart
    Capítulos 1
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização ter, fev 7, 2017
Ia berlari secepat mungkin, diantara ribuan air hujan yang menetes menghajarnya. Ia tak peduli. Benar-benar tak peduli. Yang ia pedulikan hanya bagaimana ia bisa menenangkan dirinya kembali dan menjauh dari kenyataan hidupnya. "Ra! Tunggu!" Rara mendengar, hanya saja ia sudah terlalu kecewa. Kecewa tentang apa yang ia alami saat ini. Kecewa karena ia tak pernah merasakan sedikitpun bagaimana rasanya bahagia, walau hanya sejenak. "Jadi secepat itu kamu bisa lupain aku, Ra!" Seketika, tubuh Rara membeku. Ia sudah tak bisa bergerak. Ia berharap, keberuntungan berpihak kepadanya. Karena saat ini Rara tak ingin orang itu mengetahui kondisinya. Bahwa Rara sedang menangisinya.
Todos os Direitos Reservados
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Ikigai I-II
  • Nobody Knows (HIATUS)
  • Stolen Before Fallen
  • Unforgettable (𝐄𝐍𝐃)
  • Good Bye Kinara (END)
  • Kepingan Hati yang Hilang
  • Langit Yang Retak, Tak Selalu Hujan
  • Why ?

Teenfiction 15+ ISI CERITA MASIH LENGKAP! "Don't, don't come alone to me by yourself. Just don't." - Dirga Dirga, adalah tipikal cowok yang melihat sesuatu dengan pemikiran logis dan tidak mau disusahkan, tapi di akhir masa SMA-nya dia memutuskan bermain-main dengan sesuatu yang tidak logis dan menyusahkan yang mana itu melawan prinsipnya. 'Sesuatu' itu adalah Prisa, pelupa, sering nyasar, dan keras kepala. Dia bukan apa-apa selain jenis cewek kebanyakan yang jatuh cinta tanpa perlawanan - hanya saja dalam kasusnya, dia itu lebih menyusahkan. Tapi, dari banyaknya hal yang Dirga lalui, satu-satunya yang membuat migrain, membuat Dirga kesusahan (lagi), membuat Dirga mengejar dan mencari, membuat Dirga 'tersihir' setiap saat; itu hanyalah Prisa. Sampai Dirga sadar bahwa ini bukan lagi tentang bermain-main. 𝐊. 𝐀 𝐃𝐀𝐂𝐇𝐔𝐍𝐄 𝐈𝐤𝐢𝐠𝐚𝐢 © 𝟐𝟎𝟏𝟕

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo