Forever
  • WpView
    Reads 73
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Feb 7, 2017
Han's, bolehkah aku bertanya padamu?" ucapku dengan mata berkaca-kaca. "Tentu Rey."jawabnya dengan senyum manisnya. Sejenak aku mencoba merangkai kata "Apa aku akan dikenang? Jika iya, seberapa jauh aku akan selalu dikenang?" tanyaku membuat matanya sedikit terbelalak. "Tentu Rey. Kau akan dikenang karena dirimu yang telah hidup kembali" jawabnya dengan sanagat yakin. "Benarkah? apa kau yakin? aku akan menjadi diriku yang hidup kembali"jawabnya dengan sangat yakin. Dan ini akan kau sadari dan kau rasakan saat kau pulih nanti. Kau tentu akan menjadi dirimu yang lahir kembali. "tukasnya dengan ekspresinya yang terlihat gembira. Sayangnya, aku takkan pulih. Aku membatin itu. "Baiklah Hans. Aku percaya padamu. Aku mencintaimu Hans."aku mengatakannya. Saat itulah aku merasakan sakit yang luar biasa. Hingga beberapa kali aku memejamkan mataku untuk menahan rasa sakitnya. "Rey? kau kenapa? Rey???!!!".......... Penyakit Lupus yang mungkin membuat semua harapan Kirey menjadi angan-angan saja. Hinaan, sakit, putus asa mungkin itu yang dapat dirasakan oleh Kirey saat itu, namun karena "CINTA" yang ada dalam hidupnya membuat semua hidupnya menjadi berwarna. Rey dan Hans yang saling mencintai, namun hubungan mereka harus terganggu dengan cara Hans harus bersabar untuk menunggu Rey seorang perempuan yang sangat cantik jatuh sakit dengan penyakitnya yang membuat masa hidupnya di dunia tersiksa dan tidak lama lagi, tetapi seorang pangeran Hans siap dan yakin bahwa wanita yang sanagat dicintainya pasti sembuh dan dapat menjalankan semua hidupnya kembali dan menjalani hidupnya bersama-sama dengan Hans sepenuh Cinta. Bahwa Rey memang harus benar-benar sembuh. Namun, semua harapan Hans hanya harapan belaka saja, Hans memang benar-benar harus siap bukan menunggu kesembuhannya, tetapi Hans harus siap bahwa Rey yang dicintainya akan pergi untuk selamanya, dan sampai kapan Hans akan menajaga cintanya untuk Rey ketika Rey sudah tidak ada lagi didepan matanya untuk selamanya?
All Rights Reserved
#337
loveyou
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Soal Rasa 2
  • Collateral Hearts - LingOrm ( END )
  • Senja Terakhir : Luminous
  • You're Here, But Not For Me
  • Tokoh Utama
  • WISHES.
  • I LOVE YOU TO THE SUN AND BACK
  • Goodbye Saranghae (End)
  • " To Love ,To Lose "
  • Love Is You (Tamat)

Aku kira ini telah berakhir dengan bahagia. Tapi ternyata aku salah, aku harus mendapatkan sakit lagi setelah ini. _ Jelza menarik nafas dan menghembuskannya. "Aku tau kamu bersama seseorang akhir-akhir ini, dan ku rasa mungkin kamu mencintainya. Cinta di hati kamu sudah tidak untuk ku lagi Nev. Jika kamu mencintai ku, kamu tidak akan mengeluarkan kata-kata yang mungkin menyakiti hatiku. Aku membutuhkan kamu. Tapi kamu yang dulu, bukan kamu yang sekarang" "Gak ada Jel, aku gak sama siapa-siapa" "Feeling wanita gak pernah salah. Kalau kamu benar sekarang buka handphone kamu" "Jel, itu privasi ku" "Ya aku tau. Tapi mari kita lihat apa kamu berkata jujur atau kah tidak?" Neva tidak tau harus berbuat apa-apa lagi, lantaran di handphone miliknya, ada berbagai macam pesan antara dia dan Haikal yang sudah melewati batasan sebagai seorang teman. Jelza lantas tersenyum ke arah Neva, dan segera berjalan melalui Neva. Tapi tangannya sedetik kemudian di tahan oleh Jelza, "Aku memang sedang bersama seseorang, baru memulai, awalnya kami hanya berteman. Makin kesini perasaan itu bertumbuh begitu saja, tapi aku masih mencintai kamu Jel" Tanpa membalas Neva, air mata Jelza mengalir membasahi pipi. Dia menahan sakit yang begitu luar biasa. Tidak menyangka, dia akan merasakan hal ini kembali. Dengan semua restu yang di dapatkan pada hubungan mereka, ternyata tidak cukup bagi seorang Neva. _**

More details
WpActionLinkContent Guidelines