Lifeless Memory

Lifeless Memory

  • WpView
    Reads 673
  • WpVote
    Votes 82
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, May 20, 2017
WpInfo
Fiction
Fantasy
Ceritanya update seminggu sekali. 2025 tepat 10 tahun lalu meteor meluluh lantakan setengah kota dari Akibahara. Dan sekarang sepertinya banyak orang yang sudah mulai melupakannya. Setidaknya itulah yang kulihat dari wajah orang-orang saat aku berada di dalam kereta menuju sekolah. Padahal, tepat di sebelah kami terlihat zona merah. Zona bekas meteor itu terjadi. Tidak ada perbaikan dan tidak ada pembangunan. Karena pemerintah telah memberikan pernyataan. "Ada hal yang aneh disana. Meteor itu terus akan memberikan teror kepada kita. Setelah beberapa penelitian. Siapapun yang berani kesana maka akan mati!" Setelah beberapa hal terjadi. Akhirnya aku tau kenapa Area itu dilarang. Ada permainan pemerintah disana. Dan kelompok teroris bernama "ANUBIS" mencoba untuk menghentikannya. Dan karena beberapa hal. Aku menjadi anggota kelompok teroris, Anubis.
All Rights Reserved
#69
lightnovelindonesia
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Denial Zone
  • KARARINA (End)
  • Light in Akania (Completed)
  • The Destiny of Parallel Worlds: Chosen As The Hero Commander
  • Chronicles Of Riona
  • Istri Kaisar Perang ( END )
  • -MSS- Moon Star School [OG]
  • Becoming A Mother Of Twins After Leaving Experimental Laboratory
  • The past

Tidak semua penolakan diucapkan dengan kata "tidak." Kadang, penolakan datang dengan kalimat, "aku nggak suka sama dia." Padahal hati berkata sebaliknya. Yang tidak mereka sadari, mereka sebenarnya sama. Sama-sama menyimpan rasa. Sama-sama takut mengakuinya. Sama-sama menjadikan diam sebagai cara paling aman untuk melindungi hati. Denial Zone adalah kisah tentang dua orang yang terjebak di balik penyangkalan masing-masing. Ketika rasa itu tumbuh semakin dalam, mereka harus memilih: tetap bertahan di zona yang terasa aman, atau mengambil satu langkah kecil yang bisa mengubah segalanya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines