Peron
  • WpView
    Reads 65
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Feb 7, 2017
Di tempat ini semua orang menunggu. Tak peduli kamu kelas menengah atau kelas bawah. Tak peduli setelanmu kemeja berdasi atau hanya baju kaus biasa. Tak peduli bau tubuhmu: entah kamu bau ketek atau harum semerbak. Semua tetap menunggu. Dengan tenang atau menggerutu. Dengan sabar atau gusar. Dengan santai saja atau tergesa-gesa. Novel Peron bercerita tentang kehidupan orang di kota yang serba terburu-buru meski terus menunggu.
All Rights Reserved
#885
author
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • TIME will TELL {On Going}
  • THE REBIRTH OF THE YOUNGEST
  • Bungsu?! (Boboiboy Solar) [TAMAT]
  • Self Injury's(complete)✔
  • Jika Tak Pernah Merasa Baik Baik Saja
  • Rumah Tujuh Pintu [Boboiboy Elemental]
  • Hujan Kemarin Karya Orina Fazrina (Telah terbit)
  • Bunuh Saja Aku Tuhan
  • Cahaya di Ujung Jalan
  • DUA DUNIA

"Selamat Tinggal." Itulah ucapan terakhir yang ia dengar sebelum sebuah benda pipih dan tajam menikam jantungnya. Mata berwarna jingga layaknya api yang berkobar itu menatap kearah sang pelaku yang menatapnya dengan tatapan kosong. "Sialan kau...seandainya saja...kau tidak pernah dilahirkan dan fakta bahwa kau adalah adikku..." "Kiamat ini tidak akan pernah terjadi." Pedang yang ada di tubuhnya ditarik keluar membuatnya tersungkur di lumpur yang sudah digenangi oleh darahnya sendiri. Melihat bahwa lawannya sudah lumpuh si 'adik' itu pun pergi meninggalkan si 'kakak' menghembuskan napasnya untuk terakhir kalinya. ■□■□■□■□ Mata jingga itu terbuka lagi, kini di depannya ada sebuah jam besar yang jarum jamnya tidak berdetak sama sekali. "Apa yang akan kau pilih, nak? Menyerah dan mati disini atau mengulang kembali waktu yang telah kau sia-siakan?" "Kembalikan aku agar aku bisa menebus kesalahanku yang dulu." "Senang mendengarnya~" □■□■□■□■ Apakah anak itu bisa melakukan perjalanannya? Rintangan apa yang akan ia lalui selama melakukannya? Hanya waktu yang akan menjelaskannya nanti. ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||| Karakter di cerita ini milik @Monsta. Dan video+gambar yang aku cantum bukan milikku. Aku hanya meminjamnya. Maaf jika ada kesalahan kata atau kekurangan. Silahkan berikan kritik dan saran untuk membantu meningkatkan kualitas novel ini. ♡Selamat Membaca♡

More details
WpActionLinkContent Guidelines