ENDLESS CARD WORLD : FIGHTING IN THE DARKNESS

ENDLESS CARD WORLD : FIGHTING IN THE DARKNESS

  • WpView
    Reads 305
  • WpVote
    Votes 26
  • WpPart
    Parts 13
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, May 9, 2017
Hanya ada gelap di hatiku. Bangun di tempat yang tidak diketahui tanpa ada seseorang yang menemaniku. Bertahan tanpa tahu apa-apa tentang diri sendiri. Namun, cahaya harapan mulai menerang hatiku. Bisa kurasakan kehangatan ini. Hingga akhirnya aku menyadari sesuatu. Bertemu dengan kalian adalah takdirku. Tapi bisa kurasakan lagi kegelapan yang mulai datang menghampiriku. Di dunia kartu ini, itu bisa terjadi kapan saja. Tapi ku mohon, jangan rebut itu! Kembalikan! Kembalikan semua yang kusayangi! Jangan tinggalkan aku! Note: kalo mau tahu apa yang terjadi sebenarnya, silahkan baca aja. Jan lupa tinggalkan jejak kalian ok?≧﹏≦ Bye! Btw, itu covernya buatan aku lho~ (>///<) #sekedarinfo
All Rights Reserved
#21
endless
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • MY HOPE IS YOU (END)
  • Luna Of The Wolves (Completed)
  • WISHES.
  • In the Future Without You
  • REMINISCENCE
  • I Will Change My Destiny
  • Home Away From Home [FIN]
  •             Between Me You And Her
  • Menunggu tanpa kepastian [S E L E S A I]
  • Revenant: Kuntilanak Penyelamat

Dia periang tapi tidak senang, dia gembira tapi juga penuh luka. Hanya berbagi kisah bahagia tanpa kesedihan. Menceritakan kasih sayang yang penuh damba. Munafik? menutup kesedihan dengan kebahagiaan? Menunjukkan "Aku kuat aku bisa, ya aku mampu!. Apa jadinya bila semua itu terjadi pada perempuan yang mendiskripsikan dirinya sendiri seperti paragfraf diatas? Dia tidak terlihat bergoyang ketika bagian patahan kayu yang kokoh itu menggores tubuhnya. Masih berdiri tegak menantang siapa lagi yang akan menenggelamkan dia dalam badai ini. Kisah yang akan di bagikan menceritakan tentang bagaimana hidupnya mulai berjalan seiring waktu yang memaikan perasaannya. Rupanya dia tidak sekuat yang dibayangkan. Goresan patahan itu ternyata meninggalkan bekas yang tidak terlihat namun dapat dirasakan. Mulai mencari penompang mencari siapa yang bisa menyanggah tubuhnya berdiri tegak kembali. Siapa seseorang itu yang bisa menyembuhkan lukanya yang ternyata kian melebar. terlalu lama ia pendam sendiri sampai tidak sadar dirinya sudah mulai rapuh dan terkikis. "Kamu? ia kamu, tolong bawa dia kembali rangkul dia sekuat mungkin, lettakan tanganmu didadanya seraya berkata " semua akan baik-baik saja".

More details
WpActionLinkContent Guidelines