Sepasang Rasa Yang Utuh

Sepasang Rasa Yang Utuh

  • WpView
    Reads 62
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Feb 7, 2017
Semoga kita semua memahami. Hingga tiada lagi terdengar kesedihan dan kutukan terhadap takdir. Karena sejatinya hidup, adalah serangkaian rasa yang saling melengkapi. Tersusun menjadi sebuah cerita. Yang sangat berguna sebagai bekal pemahaman bagi anak cucu kita, atau kepada siapa saja orang yang kita sayangi, dan terlebih yang -kita cintai-. Cerita yang akan kubagikan di sini, adalah penggalan cerita dari bab pertama dari novel ketiga ku yang berjudul Sepasang Rasa Yang Utuh. Cerita yang mengisahkan hal sederhana, mengenai rasa. Rasa penerimaan, rela, memaafkan, ridho dan mengikhlaskan. Hidup ini tak serumit dan semengerikan yang ada dipikiran kita, sebenarnya. Jika saja, rasa yang utuh telah terlekat secara sempurna di dalam hati. Dan semoga kalian lekas menemuinya, menyukainya, dan terlebih memahaminya. Selamat membaca.
All Rights Reserved
#340
ketulusan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • BYE, MANTAN! (TAMAT)
  • Sebuah Rasa
  • Villain Also Has A Reason [END]
  • Me and My World
  • Life Script
  • SELEPAS KAU PERGI (END)
  • jangan percaya seseorang
  • Felicia> Januari With You

Suamiku tidak mencintaiku, saudari seayah beda ibuku ternyata seekor ular beracun, dan hidupku tidak baik-baik saja. Bahkan suami antagonis dalam sinetron murahan pun jauh lebih baik daripada suamiku yang membuatku sakit, sekarat, lalu mati. Benar-benar kurang ajar! Barangkali semesta menaruh simpati terhadapku hingga memberiku kesempatan kedua. Aku kembali ke masa sebelum terjerat pernikahan konyol dengan mertua yang sifatnya mengalahkan ibu tiri dalam serial picisan. Mengejar cinta suamiku? Humph! Mimpi! Aku tidak peduli dengan keluarga maupun suamiku. Kuputuskan meninggalkan mereka, menyepi ke pinggiran kota, dan membangun kehidupan baru yang ideal bagi orang sepertiku. Namun, memang dasar setan! Mereka masih saja mengganggu dan berharap aku akan bersedia mengorbankan kebahagiaanku demi sesuap kasih sayang semu! Sialan! Jambu! Beri aku ibu peri! Sekarang! "Mau jadi menantuku, Sayang?" Tetanggaku, seorang nenek mencurigakan yang mungkin saja penyihir, menawarkan cucunya kepadaku. Memangnya apa yang bisa kulakukan? Tentu saja menerima pernikahan tersebut! Dengan begitu mantan suami dan mantan keluarga yang berengsek itu takkan bisa menyentuhku. Jenius! "Sayang, yuhuuuuu! Aku datang!"

More details
WpActionLinkContent Guidelines